Alasan Kenapa Tol Semarang-Demak Bisa Urai Kemacetan dan Atasi Rob Kaligawe
Banjir rob kerap menggenangi jalan raya Semarang-Demak, terutama di Jalan Raya Kaligawe Semarang.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Banjir rob kerap menggenangi jalan raya Semarang-Demak, terutama di Jalan Raya Kaligawe Semarang.
Selain itu, kemacetan pada jam-jam sibuk tidak terelakan setiap harinya.
Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menginginkan jalan tol Semarang-Demak bisa menyelesaikan dua persoalan di atas.
"Yang namanya membangun, pasti ada permasalahan di situ. Diharapkan pembangunan efektif menyelesaikan satu problem. Jalan tol Semarang-Demak diharapkan dapat mengurai permasalahan di Jalan Kaligawe yang berupa rob dan macet," kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Wahyudin Noor Aly alias Goyud, Minggu (12/1).
Menurutnya, penyakit menahun yang diderita Jalan Kaligawe yakni kemacetan panjang yang disebabkan banyaknya kendaraan yang hendak masuk dan keluar Kota Semarang dari arah timur (Demak dan sekitarnya).
Dengan adanya jalan tol, kendaraan bisa terurai. Asalkan, tarif tol terjangkau dan pintu atau exit tol strategis.
Selain berfungsi untuk mengurai kemacetan Semarang-Demak, jalan tol ini juga mempunyai fungsi spesial karena terintegrasi dengan tanggul laut.
Terkait adanya pihak yang meragukan jalan tol tersebut tidak efektif sebagai tanggul laut, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan efektif atau tidak belum bisa diketahui lantaran pembangunan belum dilaksanakan.
Meski sudah mempelajari secara detail terkait rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut, ia belum berani berspekulasi apakah efektif atau tidak.
"Ya sebaiknya jangan berspekulasi dulu. Wong pembangunan saja belum. Tapi yang sudah kelihatan arus lalu lintas bisa terurai dan masalah kemacetan teratasi," ucap Goyud.
Proyek Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer bakal menelan biaya investasi sebesar Rp 15,3 triliun. Tol tersebut akan terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut Kota Semarang.
Konsorsium PT PP (Persero), PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Misi Mulia Metrical yang diberi nama PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak akan membangun tol Seksi II (Sayung-Demak).
Konsorsium bertugas menggarap seksi II sepanjang 16,31 kilometer dengan total investasi Rp 5,6 triliun dengan masa konsesi selama 35 tahun.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-tol-semarang-demak-akan-melewati-daerah-ini-tolong-bantu-percepat-realisasi_20160819_081349.jpg)