Diskusi Publik Solusi Zero Waste untuk Kota Semarang, WALHI : Harus Dimulai dari Hulu
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggandeng Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), Jaringan Peduli Iklim dan Alam (Jarilima) menggelar Diskusi
Penulis: Vina Rizki Ariani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggandeng Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), Jaringan Peduli Iklim dan Alam (Jarilima) menggelar Diskusi Publik bertajuk “Solusi Zero Waste untuk Kota Semarang”.
Kegiatan Diskusi Publik ini dilaksanakan di Warung Penang, Jalan Singosari Raya, Semarang, Minggu, 12 Januari 2020.
Ghofar selaku koordinator acara dari WALHI mengatakan, Kota Semarang, kota metropolitan terbesar ke-4 di Indonesia, juga mengalami masalah serius dalam pengelolaan sampah.
• Pemprov DKI Jakarta Akan Wajibkan Warga Beli Mobil Baru Bawa Surat Punya Garasi dari Kelurahan
• Ana Riana Pemeran Rinjani di Sinetron Tukang Ojek Pengkolan Akan Menikah, Ini Tanggapan Mas Pur
• Nikita Mirzani Sentil Artis-artis yang Salut dengan Permintaan Maaf Andhika Pratama, Emang 2 Face
• Bupati Boven Digoel Papua Ditemukan Tewas Dalam Kamar Hotel di Jakarta Pusat
Warganya 1,8 juta jiwa setiap hari menghasilkan rata-rata 0,6 kilogram sampah per orang, sehingga total rata-rata 1.200 ton sampah.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, satu-satunya TPA di Semarang, tidak dapat mengelola semuanya.
“Sampah yang tidak terkelola dibuang ke sungai, selokan, dan tempat lain yang tidak semestinya jadi tempat sampah.
Ada upaya Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang membuat gerakan Bank Sampah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.” ujarnya
Ia menambahkan, upaya lainnya yang pernah dilakukan Pemerintah Kota Semarang adalah kebijakan kantong plastik berbayar di Februari 2016, yang sayangnya hanya bertahan 6 bulan.
Yang terbaru, Pemerintah Kota Semarang menerbitkan Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik yang diteken Juni 2019 lalu.
Dalam diskusi ini menghadirkan narasumber dibidangnya yaitu: Prof. (Em.) Paul Connett (Professor Emeritus of Environmental Chemistry St. Lawrence University in Canton, NY.) akan memaparkan hasil risetnya yang berjudul “Konsep Zero Waste dan Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir”, dan Prof. Budi Widiyanarko selaku Guru Besar Lingkungan Unika Soegijapranata Semarang dengan makalahnya, “Bagaimana sosialisasi Zero Waste untuk kota Semarang sebagai Pengelolaan Sampah?”
Selain itu, Krisna Phiyastika selaku Ketua Pelaksana kegiatan menuturkan diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atau mensolusikan tentang pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik, sebagai masalah global kepada masyarakat kota Semarang.
“Dalam kegiatan ini konsep Zero Waste sebagai solusi mengatasi masalah sampah dan kemungkinan penerapannya di kota Semarang.
Tentunya juga untuk memperbaiki dari hulu dulu, jadi istilahnya bukan penanganan tetapi dari pola hidup, kita ajak masyarakat untuk bagaimana zero waste ini bukan hanya sebatas penanganannya, tetapi bagaimana kita tidak nyampah” ungkapnya pada saat ditemui tribunjateng
Menyikapi hal itu, masyarakat sipil yang peduli perlu terus berkampanye mempromosikan Strategi Nol Sampah atau Zero Waste.
“Pemahaman yang benar tentang zero waste perlu disebarluaskan ke masyarakat agar mereka mendukung kegiatan, program dan inisiatif pengelolaan sampah di kota masing-masing, khususnya pengelolaan sampah dari hulu, termasuk di Semarang.” ujar Krisna. (vra)
• Danrem Makutarama Tinjau Kesiapan Personil Penanggulangan Bencana di Desa Trimulyo
• Ini Awal Mula Kasus Ikan Arwana Eza Gionino, Penjual Asal Kalimantan Akhirnya Dipenjara
• Website Pengadilan Agama Sleman Diretas Hacker Galau Aku vs Wong Tuamu
• 4 Fakta Kecelakaan Kento Momota di Malaysia, Kronologi, Tabrak Truk Seberat 30 Ton dan Terluka Parah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/krisna-phiyastika-sebagai-ketua-pelaksana-kegiatan-sedang-memimpin.jpg)