Bidi Astuti Ibu Dio Tak Terima dengan Pelaku Klitih Hingga Anaknya Meninggal : Nyawa Dibayar Nyawa

seorang ibu, warga Ponggok 1, Desa Trimulyo Bantul itu belum menerima dengan perbuatan tersangka utama klitih yang telah merenggut nyawa anaknya

Bidi Astuti Ibu Dio Tak Terima dengan Pelaku Klitih Hingga Anaknya Meninggal : Nyawa Dibayar Nyawa
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Bidi Astuti, ibu kandung dari Fatur Nizar Rakadio, pelajar di Bantul yang meninggal dunia karena klitih. 

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Bidi bersama sang suami, Deddy Indrihartono, memang sengaja menyempatkan waktu mendatangi Mapolres Bantul.

Tujuannya melihat secara langsung para pelaku.

Matanya berkaca-kaca.

BREAKING NEWS : Sinuhun dan Istri Diamankan Polisi Polres Purworejo, Keraton Agung Sejagat Digeledah

Derita TKI Neng Oyah Aipah Disiksa Majikan di Arab Saudi, TKW Itu Meronta Ingin Pulang

Tangkap 10 Terduga Pelaku Klitih di Yogya, Polisi Sempat Diserang dengan Botol Miras

Kondektur Kejar 2 Pelaku Pelemparan Bus Jurusan Surabaya-Yogya di Sragen, Pelaku Masih Bau Kencur

Ia tak habis pikir, begitu teganya pelaku mencelakai anaknya.

Sampai akhirnya meninggal dunia.

Raut wajah Bidi Astuti menegang.

Sorot matanya tajam.

Kata-katanya datar namun tegas.

Sebagai seorang ibu, warga Ponggok 1, Desa Trimulyo Bantul itu belum menerima dengan perbuatan tersangka utama klitih yang telah merenggut nyawa anaknya, Fatur Nizar Rakadio.

"Hutang nyawa harus dibayar nyawa. Saya belum menerima. Apalagi alasannya tadi karena iseng," kata Bidi, ditemui di Mapolres Bantul, sesuai kepolisian merilis pelaku klitih, Selasa (14/1/2020).

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved