Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

IBN Tegal Gelar Seminar Untuk Hadapi Era Disrupsi

Seminar yang digelar kali ini menurut Rektor IBN Tegal, Badrodin, juga sebagai ajang temu alumni

Tayang:
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Rektor IBN Tegal, Badrodin, saat memberikan sambutan pada kegiatan seminar dengan mengusung tema "Peran Perguruan Tinggi Islam dan Pesantren dalam Menghadapi Era Disrupsi 4.0." Hadir sebagai pembicara, Staf Khusus Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf, dan Wakil Wali Kota Tegal, M. Jumadi. Acara berlangsung di aula IBN, Jl. Jeruk No.9, Kedungcokol, Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa (14/1) 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Era disrupsi 4.0 menuntut para penerus keilmuan di perguruan tinggi Islam (PTI) dan pesantren, untuk mampu berdialektika dengan segala macam perkembangan zaman.

Maka dari itu, pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Insitut Agama Islam Bakti Negara (IBN), mengadakan seminar dengan mengusung tema "Peran Perguruan Tinggi Islam dan Pesantren dalam Menghadapi Era Disrupsi 4.0."

Tidak hanya seminar, menurut Rektor IBN Tegal, Badrodin, kegiatan tersebut juga sebagai ajang temu alumni.

Karena pesertanya merupakan Alumni IBN Tegak, mahasiswa, dosen, pengasuh pondok pesantren, dan perwakilan kepala sekolah, berjumlah sekitar 200 peserta.

"Pesatnya perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap karakteristik pekerjaan yang ada saat ini.

Ketrampilan dan kompetensi menjadi hal pokok yang perlu diperhatikan.

Maka, kami berinisiatif mengadakan kegiatan seminar, tujuannya agar alumni dan mahasiswa paham dengan kondisi saat ini dan bisa mengikuti," jelas Badrodin, saat ditemeui Tribunjateng.com, pada acara Seminar IBN, Selasa.

Badrodin mengungkapkan, di era disrupsi 4.0 integrasi pemanfaatan teknologi serta internet yang begitu canggih dan masif, juga sangat mempengaruhi adanya perubahan perilaku dunia usaha dan dunia industri serta perilaku masyarakat.

Hal itu menjadi tantangan bagi perguruan tinggi agama islam dan pesantren, bagaimana perguruan tinggi dan pesantren ini mampu mengembangkan strategi transformasi industri, dengan mempertimbangkan sektor sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya.

"IBN Tegal adalah satu-satunya perguruan tinggi agama islam di Kabupaten Tegal.

Harapannya bersama pesantren yang ada, kami mampu menghadapi era disrupsi atau era revolusi industri 4.0.

Minimal mampu mengimbingi perkembangan teknologi atau era indsutri 4.0," harapnya.

Sebagai tambahan informasi, yang dimaksud dengan disrupsi 4.0 adalah perubahan berbagai sektor akibat digitalisasi.

Adapun fenomena efek disrupsi contohnya dari media cetak sekarang menjadi media online.

Lalu, ojek pangkalan menjadi ojek online (ojol), mall dan pasar tradisional menjadi toko online (e-commerce), terakhir tempat bimbingan belajar (bimbel) atau les, sekarang sudah ada aplikasi bimbel online.

"Kami berharap ke depan nama Institut bisa berubah menjadi universitas, sehingga program studi bisa lebih beragam.

Contohnya untuk konsentrasi di bidang politik.

Ternyata banyak alumni disini yang berkecimpung di dunia politik," tandasnya. (Desta Leila Kartika)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved