Inilah Nama Gelar dan Silsilah Bangsawan Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo

Keberadaan Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO -- Keberadaan Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah masih membuat penasaran sejumlah masyarakat.

Terutama adalah terkait dengan sejarah dan awal mula bagaimana kerajaan itu tiba-tiba muncul dan eksis.

Tetapi yang jelas, Kerajaan Keraton Agung Sejagat mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Cikmawan (53) atau dikenal juga dengan Adipati Djajadiningrat yang mengaku sebagai
ndalem Keraton Agung Sejagat mengatakan jika dirinya diperintahkan oleh Sinuhun untuk mendirikan keraton.

Pengakuan Puji Punggawa Kerajaan Agung Sejagat, Lokasi Bangunan Disebut Bekas Keraton Majapahit

Terungkap, Batu Ukir di Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Dibuat Empu Wijoyo Guno Selama 2 Minggu

Makna Ukiran Batu di Kerajaan Agung Sejagat Menurut Empu Wijoyo, Dunia di Bawah Naungan KAS

Polisi Akan Klarifikasi Kerajaan Agung Sejagat Purworejo soal Dugaan Makar

"Itu adalah perintah dari Sinuhun untuk mendirikan keraton.

Sinuhun atau Totok Santoso Hadiningrat memiliki nama gelar yang cukup panjang.

Nama gelar dan silsilahnya adalah

'Rake Mataram Agung Joyo Kusumo Wangsa Sanjaya Sri Ratu Indra Tanaya Hayuningrat Wangsa Syailendra yang Menjadi Kaisar Dunia'.

Sinuhun juga kerap dipanggil dengan namanya sebagai His Imperial Majesty (HIM)

"Nama aslinya adalah panjang sekali untuk memanggil dia, tapi biasanya ya Sinuhun atau paduka.

"Itu belum nama lengkapnya hanya nama gelar dan nama silsilah saja," ujar Djajadiningrat kepada Tribunjateng.com, Senin (14/1/2020).

Terkait dengan polemik yang terjadi di masyarakat, Cikmawan yang juga bertindak sebagai Adipati dan ndalem keraton merasa bahwa warga sekitar hanya belum terbiasa dengan kejadian mereka.

"Iya masyarakat belum terbiasa saja, tetapi apapun itu kita sikapi dengan baik, ujarnya.

Pihaknya mengatakan jika dirinya menolak dianggap sebagai agama atau bentuk kepercayan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved