Video Nelayan Pekalongan Belum Putuskan Berangkat ke Natuna

Menanggapi rencana Pemerintah Pusat, yang akan memberangkatkan ratusan nelayan Pantura ke perairan Natuna, ditanggapi HNSI.

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Berikut ini video nelayan Pekalongan belum putuskan berangkat ke Natuna

Menanggapi rencana Pemerintah Pusat, yang akan memberangkatkan ratusan nelayan Pantura ke perairan Natuna, ditanggapi HNSI.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan, Imam Nuh Harun menyatakan, HNSI belum memutuskan untuk berangkat ke perairan Natuna.

Menurutnya, pemberangkatan nelayan Pantura khususnya Pekalongan ke perairan Natuna juga perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Seperti izin dan kondisi cuaca yang ada di sana.

"Jadi ada beberapa kendala yang harus dipikirkan dahulu seperti ukuran kapal, perizinan kapal, dan kondisi cuaca."

"Namun pada dasarnya kami siap untuk berangkat ke Natuna dan demi keutuhan NKRI," kata Imam kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, untuk menuju ke perairan Natuna, diperlukan kapal dengan ukuran minimal 100 Gross Ton.

Sedangkan saat ini, jumlah kapal yang ada di Kota Pekalongan yang ukuran tersebut hanya belasan kapal.

"Jumlah nelayan di Pekalongan ada 2.500 orang, kemudian kapal yang aktif ada 200 kapal dan kapal yang bisa berangkat ke Natuna sekitar 10 hingga 15 kapal," ungkapnya.

Tidak hanya itu, nelayan juga terkendala perizinan dan kondisi cuaca yang sedang musim angin baratan.

"Untuk kapal di bawah 100 Gross Ton, akan sulit ke sana dengan kondisi cuaca seperti ini dan biasanya yang melaut di perairan Natuna adalah jenis kapal pourseine cakalang yang area tangkapnya sejauh itu," ungkapnya.

Imam menambahkan, di era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, sebenarnya sudah ada wacana agar nelayan Pantura bisa mencari ikan di kepulauan Natuna.

Namun, seiring pergantian kabinet, wacana tersebut sudah tidak terdengar lagi kabarnya. (Indra Dwi Purnomo)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved