Video SMPN 2 Weleri Kendal Terendam Banjir
Setidaknya 725 siswa-siswi SMPN 2 Weleri dipulangkan seusai bel masuk kelas, Selasa (14/1/2020) pagi, karena banjir menggenangi sekolahan sejak tengah
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Setidaknya 725 siswa-siswi SMPN 2 Weleri dipulangkan seusai bel masuk kelas, Selasa (14/1/2020) pagi.
Hal tersebut dikarenakan banjir menggenangi sekolahan sejak tengah malam.
Kepala Sekolah SMPN 2 Weleri, Kusnanto, mengatakan dari pantauan CCTV yang ada, diketahui air mulai memasuki komplek sekolah yang berada di Jalan Bahari no 2 Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal pukul 24.00.
Derasnya air yang mengalir dari saluran air di depan sekolahan menenggelamkan halaman.
Puncaknya pukul 06.00, volume air semakin meninggi hingga memasuki beberapa ruangan kelas.
"Semua halaman terendam setinggi lutut orang dewasa. 40 persen ruangan yang ada kemasukan air hingga 3-5 sentimeter," terangnya menjawab pertanyaan tribunjateng.com di lokasi.
Guru SMPN 2 Weleri Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal menunjukkan beberapa lokasi sekolah yang digenangi air banjir, Selasa (14/1/2020). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)
Lanjut, Kusnanto, air yang berwarna cokelat itu murni dari selokan depan sekolahan.
Ia menuturkan, di samping saluran air yang kurang lebar, juga dikarenakan adanya persawahan tepat di sebelah selatan sekolahan yang menjadi titik kumpul air dari beberapa kiriman.
Kusnanto menyebut, sebelumnya pihaknya sudah mewanti-wanti kepada semua siswa dan guru agar mengevakuasi berkas-berkas sebelum banjir datang.
"Alhamdulillahnya berkas data dan mesin elektronik sudah diamankan. Jadi hanya genangan.
Dan kita harapkan segera surut, kemjngkinan siang baru besoknya siswa kerjabakti bersama guru membersihkan ruang kelas masing-masing," tuturnya.
Wali Kelas 7D, Umi Fujiyati, menambahkan banjir di sekolahnya sudah terjadi dalam 2 tahun terakhir.
Tahun 2019 lalu, banjir terjadi 2 kali pada Januari dan Februari.
Tinggi air justru memasuki semua ruangan yang ada hingga mencapai hampir 1 meter.
"Biasanya tidak (banjir). Baru dua tahun terakhir ini. Terparah tahun kemarin," terangnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, manajemen sekolah memulangkan siswa untuk belajar di rumah.
"Sementara dipulangkan karena air cukup tinggi. Besok kemungkinan kalau sudah surut masuk lagi untuk bersama-sama bersih-bersih ruangan," ujarnya. (Sam)