Wakil Bupati Terima 100 Mahasiswa UNS Yang Akan Gelar KKN di Sragen

100 mahasiswa itu akan disebar di 10 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukodono dan Mondokan.

Wakil Bupati Terima 100 Mahasiswa UNS Yang Akan Gelar KKN di Sragen
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menerima mahasiswa UNS yang KKN di Kecamatan Mondokan dan Kecamatan Sukodono 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menerima 100 mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakat (UNS) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayahnya.

Nantinya, 100 mahasiswa itu akan disebar di 10 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukodono dan Mondokan.

Saat menerima mahasiswa di Ruang Sukowati, Selasa (14/1/2019), Dedy menerangkan, dua kecamatan tersebut masih memerlukan sentuhan dan percepatan.

"Memang kita minta untuk setiap KKN yang masuk Sragen agar bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah desa sehingga dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat," terang Dedy.

Dengan itu dia berharap tujuan KKN bisa terpenuhi dan permasalahan di lapangan bisa diselesaikan.

Dia menambahkan mahasiswa harus bisa mengimplementasikan ilmu apa saja yang telah dipelajari saat berada di kampus dan mampu menyelesaikan permasalah di lingkungan.

"Usia muda tentu harus memiliki pandangan yang lebih baik. Jika mahasiswa bisa berperan secara tepat pasti bisa menyelesaikan masalah di masyarakat," ujarnya.

Sedangkan Koordinator KKN UNS Kabupaten Sragen, Yudi Rinanto mengatakan, mahasiswa akan melaksanakan KKN selama dua bulan hingga Februari mendatang.

Mengenai pembagian lokasi KKN, yakni empat desa di Kecamatan Sukodono dan enam desa di Mondokan.

Senada dengan Dedy, pemilihan lokasi KNN merupakan rekomendasi dari Bappeda Litbang Sragen.

"Pemilihan lokasi prosedurnya kami mengajukan ke Bappeda Litbang lalu direkomendasikan untuk menggelar KKN di mana," kata dia.

Untuk tema KKN kali ini adalah masalah kesehatan dan lingkungan.

Menurutnya, pihak Bappeda Sragen telah memberi pembekalan terkait stunting dan program-program yang selaras dengan masalah itu.

Sedangkan mengenai teknis di lapangan, lanjut Yudi, nantinya tiap desa akan didampingi satu dosen dosen pembimbing. (Mahfira Putri Maulani)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved