Bupati Batang Minta Bantuan Pemprov Jateng, Keruk Sedimentasi Sungai, Diduga Biang Kerok Banjir

Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Batang, sempat membuat wilayah perbatasan timur terendam banjir di wilayah tersebut.

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Batang, sempat membuat wilayah perbatasan timur terendam banjir di wilayah tersebut.

Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Gringsing yakni Desa Yosorejo, Desa Krengseng, dan Desa Sidorejo itu karena luapan sungai.

Untuk itu, Pemkab Batang meminta kepada Pemprov Jateng melakukan pengerukan sedimentasi sungai untuk jangka pendeknya.

Hujan Satu Jam di Karanganyar, Talud Ambrol SMK Negeri Jatipuro, Ruang Lab Tata Busana Dikosongkan

Lahan Kritis Pegunungan Kendeng Capai 12 Hektare, BNPB Usul Warga Budidaya Tanaman Porang

"Tentu harus cepat ditanggapi dan diatasi. Karena pada Februari 2020 diperkirakan curah hujan juga cukup tinggi."

"Makanya perlu dilakukan antisipasi agar banjir tidak terulang lagi," tutur Bupati Wihaji saat meninjau lokasi sedimentasi sungai di Kecamatan Gringsing, Rabu (15/1/2020).

Dikatakannya, Pemprov Jateng akan membantu pengerukan titik-titik yang menjadi pusat-pusat sedimentasi.

Sebelumnya, aliran sungai di tiga lokasi tersebut terjadi sedimentasi parah.

Tepatnya di Sungai Jenes dan Krengseng yang melewati tiga desa karena tidak ada penanganan sedimentasi semenjak 40 tahun lalu.

Sehingga aliran sungai yang awalnya sekira 20 meter kini tersisa 3 sampai 4 meter.

Pilkada 2020 di Jawa Tengah, Pengamat Politik Sebut Tujuh Daerah Diprediksi Cuma Calon Tunggal

Hendak Singkirkan Besi Melintang di Jalan, Pekerja di Pekalongan Ini Justru Tersengat Listrik

"Selama ini sungai di sini memang tidak tersentuh dan endapan pasirnya semakin banyak."

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved