Breaking News:

Video Aduan Pungli E-KTP, Bupati Batang Sidak Disdukcapil Tunel: Aduan Pungli E-KTP

Bupati Batang Wihaji melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berikut ini Video aduan pungli e-ktp, bupati Batang sidak disdukcapil

Bupati Batang Wihaji melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang.

Sidak yang dilakukan Wihaji ke kantor Disdukcapil tersebut lantaran banyak mendapat aduan masyarakat terkait peraktik pungli.

Dalam sidak orang nomor satu di Kabupaten Batang itu nampak marah.

"Masyarakat marah mengadu ada praktik pungli, ya tentu saja saya juga marah, tidak boleh itu, saya cari orangnya yang melakukan pungli," tutur Wihaji dalam rilis, Senin (13/1/2020).

Dikatakannya, dalam pelayanan tidak boleh membedakan sesama warga. Apalagi sampai bayar untuk keperluan pembuatan e-KTP.

"Persepsi masyarakat pengurusan e-KTP bertele-tele, setelah kita rapatkan terurai permasalahan dan terjadi di setiap kabupaten dan kota, karena antara peminta pendaftar e-KTP yang dicetak jauh," ujarnya.

Dijelaskan pula, Pemkab Batang setiap bulan hanya mendapatkan 2.000 lembar sampai 20 ribu lembar blangko e-KTP, padahal tahun 2019 masih kekurangan cetak 19 ribu lembar.

"Pemkab akan melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk menerbitkan regulasi agar diberikan kewenangan membeli blangko sendiri.

Hanya butuh anggaran Rp 800 juta untuk membeli blangko karena ini masih menjadi kebutuhan dasar administrasi kependudukan warga Batang dan e-KTP itu wajib," jelasnya.

Wihaji juga akan potong potensi-potensi penyalahgunaan administarsi kependudukan atau pungli, sehingga regulasinya objektif transparan dan masyarakat bisa melihat dan membandingkan dengan daerah lain.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batang Abdurahman menjelaskan jumlah akumulasi surat keterangan ( Suket) belum tercetak e-KTP tahun 2019 sebanyak 76.693 pemohon.

"Desember 2019 sampai sekarang suket yang belum tercetak sebanyak 55.665 pemohon e-KTP," jelasnya.

Abdurahman juga mengatakan, fenomena ini memang terjadi di semua daerah.

"Tidak hanya di Batang saja karena jumlah pemohon dengan penerimaan bangko dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan pohon e-KTP," katanya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved