Breaking News:

Pedang Pora Tandai AKBP Rachmat Nur Hidayat Sebagai Kapolres Boyolali yang Baru

Pergantian jabatan Kapolres Boyolali dari AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada AKBP Rachmad Nur Hidayat ditandai dengan pedang pora, Kamis (16/1/2020).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Pedang pora menyambut Kapolres Boyolali yang baru AKBP Rachmad Nur Hidayat 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Pergantian jabatan Kapolres Boyolali dari AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada AKBP Rachmad Nur Hidayat ditandai dengan pedang pora, Kamis (16/1/2020).

Sebelumnya keduanya telah melaksanakan serah terima jabatan di Mapolda Jateng pada Selasa (14/1/2020).

Kasubbag Humas Polres Boyolali AKP Eddy Lillah menerangkan, sehari sebelumnya telah digelar rapat paripurna Bhayangkari dari Ketua Cabang Bhayangkari lama Maya Kusumo kepada Ketua Cabang Bhayangkari yang baru Intan Rachmad di gedung Bhayangkari.

Penyambutan Kapolres Boyolali yang baru, kata Eddy, dilakukan dengan upacara pedang pora dilanjutkan jajar kehormatan dan Wakapolres Boyolali memperkenalkan para pejabat Polres Boyolali kepada Kapolres yang baru.

Pedang pora menyambut Kapolres Boyolali yang baru AKBP Rachmad Nur Hidayat
Pedang pora menyambut Kapolres Boyolali yang baru AKBP Rachmad Nur Hidayat (istimewa)

Selanjutnya AKBP Rachmad Nur Hidayat bersama AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengambil apel bersama personel Polres Boyolali di halaman Mapolres.

AKP Eddy Lillah menjelaskan, setelah dilaksanakan paparan laporan kesatuan yang diikuti seluruh pejabat utama dan para perwira.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan AKBP Kusumo Wahyu Bintoro dengan upacara tradisi payung pora dan diakhiri gerbang pora dan berpamitan ke seluruh anggota diwarnai isak tangis para anggota.

Eddy Lillah menjelaskan, pedang pora atau gapura pedang memang menjadi kegiatan tradisi pada acara penyambutan penghormatan dan ucapan selamat datang kepada pejabat baru dalam hal ini Kapolres Boyolali.

Kegiatan itu memiliki makna agar seluruh para perwira dan anggota senantiasa setia untuk mendukung dan mengawal pimpinan barunya selama pelaksanaan tugas sebagai pemimpin Kapolres Boyolali.

"Tradisi payung pora dan gerbang pora untuk pelepasan pimpinan lama dengan bentuk yang sama seperti penyambutan, dengan makna tugas setia mendukung dan mengawal, memayungi pejabat pimpinan lama dalam pelaksanaan tugas sebagai Kapolres Boyolali telah berakhir," katanya. (Rifqi Gozali)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved