Raja Keraton Agung Sejagat Janjikan Jabatan dan Gaji Dolar dengan Syarat Ini

Pasangan suami istri, Totok Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) akhirnya dibawa dan ditahan di Mapolda Jateng, Rabu (15/1).

IST
Raja Toto Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) , pemimpin Keraton Agung Sejagat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pasangan suami istri, Totok Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) akhirnya dibawa dan ditahan di Mapolda Jateng, Rabu (15/1).

Mereka berdua ditangkap jajaran Ditreskrimum Polda Jateng di Wates, Yogyakarta, pada Selasa (14/1) sore.

Mereka berdua harus menjalani proses penyidikan usai geger mendirikan sebuah kerajaan bernama Keraton Agung Sejagat (KAS) di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Dalam kerajaan yang dibentuk, Pasangan suami istri yang berperan sebagai raja dan ratu ditetapkan sebagai tersangka. Selain mereka, 17 orang lainnya turut diperiksa sebagai saksi.

Mereka yang mengaku sebagai raja dan permaisuri dari KAS itu diancam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 14 UU no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menuturkan, dalam penyidikan langsung ke Purworejo, polisi melibatkan tiga guru besar ahli sejarah dan hukum pidana dari Universitas Diponogoro (Undip).

“Dari aspek sejarah, hukum, dan sosiologis, ternyata melenceng. Banyak warga resah karena kebiasaan dari pengikut KAS ini di antaranya menyanyi tengah malam dan menyalakan menyan (Dupa).

Dua pelaku ini telah mendirikan KAS sejak tahun 2018,” tutur Irjen Pol Rycko dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Rabu (15/1).

Kapolda menjelaskan, pasangan suami-istri ini mengklaim mulai mendirikan kerajaan karena menerima wangsit dari para leluhur kerajaan sejak pertengahan 2018 lalu.

Setelah itu, mereka berdua mulai mencari anggota. Hingga kini, anggota KAS yangberhasil direkrut berjumlah 450 orang.

Dalam mencari anggota, kedua tersangka mengiming-imingi jabatan tinggi dan upah besar dalam bentuk uang Dolar Amerika Serikat (AS).

Apabila berminat, para calon anggota terlebih dahulu harus membayar iuran kepada mereka berdua.

“Iurannya dari Rp 3 Juta sampai Rp 30 Juta. Semakin besar iurannya, anggota itu akan dijanjikan mendapat jabatan yang tinggi. Nyatanya, hingga saat ini para anggota KAS belum mendapatkan janji-janji yang diimingkan. Dari hasil penyidikan, beberapa anggota di antaranya ternyata dari luar Purworejo,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana mengungkapkan, kedua pelaku sedang mempersiapkan sebuah pemerintahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved