Raja Keraton Agung Sejagat Janjikan Jabatan dan Gaji Dolar dengan Syarat Ini

Pasangan suami istri, Totok Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) akhirnya dibawa dan ditahan di Mapolda Jateng, Rabu (15/1).

IST
Raja Toto Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) , pemimpin Keraton Agung Sejagat 

Dalam pemerintahannya, Totok tentu mengklaim dirinya sebagai raja, sedangkan Fanni menjadi permaisurinya. Kepada penyidik, Totok dan Fanni menyediakan jabatan Resi (Menteri), Bhre (Gubernur), dan Bekel (Lurah) kepada para anggotanya.

Iskandar menuturkan, untuk mendapatkan jabatan menteri, para anggota tentu harus membayar iuran yang sangat besar.

“Para anggota ini diiming-imingi juga akan mendapat kebahagiaan dalam hidup jika ikut kerajaan. Para tersangka menyediakan 13 posisi menteri. Untuk masing-masing tarif jabatan, kita masih dalami. Yang jelas, semakin tinggi akan mendapat jabatan yang tinggi juga,” urai Iskandar.

Dia memaparkan, ada kemungkinan tersangka baru dalam kasus ini. Selain itu, pasal yang diancam kepada kedua tersangka pun bisa bertambah.

“Ini masih dikembangkan. Para pelaku bisa saja dikenakan Undang-undang Darurat karena ada kepemilikan senjata tajam dalam kerajaan itu. Sebab, ada tombak yang dipakai oleh pasukan kerajaan,” jelasnya.

Polda Jateng mengamankan barang bukti terdiri dari puluhan kartu anggota, topi kerajaan, umbul-umbul, bendera kerajaan, alat Electronic Data Capture (EDC), buku tabungan, dan seragam kerajaan.

"Semua ini digerakkan oleh mereka berdua. Uang hasil iuran pun dipakai untuk membuat segala macam atribut kerajaan. Kemudian untuk istana, mereka mendapat gedungnya dari salah satu anggota. Dulunya itu GOR," pungkasnya.

Warga Masih Penasaran

Pasca-penangkapan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (KAS) Selasa (14/1), istana keraton tampak masih dipadati pengunjung.

Akan tetapi warga yang penasaran tidak dapat melihat dari dekat karena sepanjang area istana KAS sudah dibatasi garis polisi.

Meskipun raja sudah diamankan polisi, warga silih berganti ingin melihat dari dekat seperti apa penampakan istana KAS.

Mereka hanya bisa melihat dari luar tembok area kerajaan sembari mengambil foto dan video. Baik masyarakat umum ataupun awak media dibatasi hanya dapat masuk di area gerbang.

Seperti apa yang dilakukan oleh Aslan (59) warga Magelang yang sengaja datang karena merasa penasaran.

"Kebetulan saya punya keluarga disini di Purworejo sehingga sekalian saya datang karena penasaran," katanya, Rabu (15/1).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved