Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Video Antisipasi Banjir Bupati Batang Minta Sedimen Sungai Segera Dikeruk

Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Batang, sempat membuat wilayah perbatasan timur terendam banjir di wilayah tersebut.

Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berikut ini video antisipasi banjir Bupati Batang minta sedimen sungai segera dikeruk

 Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Batang, sempat membuat wilayah perbatasan timur terendam banjir di wilayah tersebut.

Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Gringsing yakni Desa Yosorejo, Desa Krengseng, dan Desa Sidorejo itu karena luapan sungai.

Untuk itu, Pemkab Batang meminta kepada Pemprov Jateng melakukan pengerukan sedimentasi sungai untuk jangka pendeknya.

"Tentu harus cepat ditanggapi dan diatasi. Karena pada Februari 2020 diperkirakan curah hujan juga cukup tinggi."

"Makanya perlu dilakukan antisipasi agar banjir tidak terulang lagi," tutur Bupati Wihaji saat meninjau lokasi sedimentasi sungai di Kecamatan Gringsing, Rabu (15/1/2020).

Dikatakannya, Pemprov Jateng akan membantu pengerukan titik-titik yang menjadi pusat-pusat sedimentasi.

Sebelumnya, aliran sungai di tiga lokasi tersebut terjadi sedimentasi parah.

Tepatnya di Sungai Jenes dan Krengseng yang melewati tiga desa karena tidak ada penanganan sedimentasi semenjak 40 tahun lalu.

Sehingga aliran sungai yang awalnya sekira 20 meter kini tersisa 3 sampai 4 meter.

"Selama ini sungai di sini memang tidak tersentuh dan endapan pasirnya semakin banyak."

"Ditambah ada yang ditanam sengon, kacang, dan sayur," jelasnya.

Banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

namun lahan pertanian di 7 desa terdampak banjir.

"Yang paling terlihat di lahan pertanian ada sekira 100 hektare lahan pertanian di 7 desa yang terkena dampak banjir," ujarnya.

Sementara untuk penanganan jangka panjang akan dilakukan normalisasi sungai.

Normalisasi tersebut akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

"Seandainya kami melakukan normalisasi harus bekerja sama dengan tokoh masyarakat, lurah, kemudian kepolisian."

"Yang jelas kami komunikasikan semuanya," pungkasnya. (Dina Indriani)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved