Jawa Tengah Terbanyak Kelompok Warga Peduli AIDS

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah mengharapkan tidak ada lagi diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Jawa Tengah Terbanyak Kelompok Warga Peduli AIDS
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Sekretaris KPA Jateng, Zainal Arifin kepada Tribun Jateng, Jumat (17/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah mengharapkan tidak ada lagi diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Kami tidak ingin diksriminasi dan stigma negatif disematkan kepada para ODHA, sebab kami masih menemukan kejadian tersebut.

Terutama di lingkungan yang kurang edukasi terkait apa itu HIV/AIDS," papar Sekretaris KPA Jateng, Zainal Arifin kepada Tribun Jateng, Jumat (17/1/2020).

Tak Percaya Warganya tak Punya Beras, Wihaji Langsung Cek Rumahnya, Hal tak Terduga Terjadi

Dendam Kesumat Kenny Akbari ke Ibu Tiri Zuraida Hanum yang Membunuh Hakim Jamaluddin

Tanda Kiamatkah? Nenek Diperkosa Cucu Sendiri Sampai Berdarah, Alasan Pelaku Bikin Geleng-geleng

Inilah Sosok Calon Istri Sule Bukan Kalangan Artis, Berikut 6 Faktanya

Zainal mengatakan pernah terjun langsung ke masyarakat untuk menengahi persoalan diskriminasi terhadap ODHA.

Tepatnya tahun 2018 di Kabupaten Purworejo.

Saat itu Zainal bahkan sampai memanggil Camat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan unsur lainnya.

"Saat itu persoalan memang pelik, sehingga kami harus terjun langsung.

Kami harapkan selanjutnya tidak ada lagi persoalan seperti itu," katanya.

Menurut Zainal, untuk menimalisir persoalan tersebut, KPA Jateng gencar membentuk kelompok Warga Peduli Aids (WPA).

"Kami paling banyak pembentukan WPA karena memiliki 3.564 WPA, bandingkan dengan jumlah WPA di tingkat Nasional data tahun 2017 masih terbentuk sekira 5.500 WPA," ujarnya

Halaman
12
Penulis: iwan Arifianto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved