Pemkab Karanganyar Layani Kawin Suntik Sapi Guna Tingkatkan Populasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melayani Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik guna tingkatkan populasi sapi.

Pemkab Karanganyar Layani Kawin Suntik Sapi Guna Tingkatkan Populasi
tribunjateng/agus iswadi
Petugas saat memperlihatkan sperma sapi dalam kondisi beku di dalam container, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM,KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melayani Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.

Layanan ini guna meningkatkan populasi sapi.

Per tahunnya Pemkab bisa melayani hingga sekitar 23 ribu ekor sapi.

Penjual Es Puter Semarang Terancam Hukuman Mati, Tertangkap Edarkan Sabu Total 100 Gram Lebih

Kisah Nyata: Pernikahan Hanya Berumur 12 Hari, Suami Suka Tidur di Depan TV dan Suami Ngaku Trauma

Wanita Lulusan S2 Dihina karena Nikahi Sopir Truk, Ternyata Gaji Suami 5 Kali Lebih Besar

Wajah Babak Belur Penjambret Ipad di Genuk Kota Semarang, 2 Temannya Masih Buron

Dokter Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Sutiyarmo mengatakan, rata-rata per tahunnya, Pemkab belanja straw atau wadah mani sekitar 23 ribu straw.

Straw yang dibeli setiap tahunnya itu diperoleh dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang dan BIB Ungaran di Semarang.

Dikatakannya jumlah sapi di Karanganyar sampai saat ini total sekitar 60 ribu ekor terdiri dari jatan dan betina.

Paramedis inseminator di setiap kecamatan akan mengambil setiap bulannya ke kantor.

Setiap straw berisi semen sapi aneka jenis, seperti brahman, simental, limosin, dan lain-lain.

"Biasanya segitu habis (23 ribu straw) setiap tahunnya."

"Naik turun itu tergantung peternaknya."

"Sekarang sudah jarang yang kawin alami, kebanyakan kawin suntik."

"Ini juga untuk meningkatkan populasi sapi," katanya saat ditemui tribunjateng.com, Rabu (22/1/2020).

Untuk menjaga kondisi sperma, straw disimpan di container atau wadah penyimpanan khusus yang berisi nitrogen cair.

"Straw harus disimpan di dalam tabung berisi nitrogen cair supaya awet sebelum disuntikan ke sapi."

"Suhunya bisa mencapai minus 160 derajat celsius," terang Yarmo sapaannya.

Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar Budi Warsito, menambahkan keberhasilan IB tergantung dari sejumlah faktor seperti kualitas sperma, keahlian inseminator, kesiapan sapi, kejelian peternak saat memeriksa dalam kondisi birahi dan lain-lain.

"Harus sapi birahi saat disuntikkan straw itu. Rata-rata permintaan kawin suntik ini dari peternak rumahan," pungkasnya. (Agus Iswadi)

Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing Turut Gotong Peti Jenazah Aiptu Sri Suwartini

Ledekan Ganjar ke Eks Pengikut Keraton Agung Sejagat : Oalah Sampeyan Menteri Urusan Bangunan Toh

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Daihatsu Terios Tertabrak KA Kaligung di Batang, 2 Tewas

Tak Terima Dilirik, Unggul Lempar Paving ke Kepala Mulya di Depan PDAM Tembalang Semarang

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved