Penyuka Jamu Jun Silakan ke Wedang Bathanget Kaliwungu

Orang Kaliwungu Kendal menyebutnya sebagai Wedang Bathanget, atau Jamu Jun. Atau di Demak biasa dikenal sebagai Jamu Corong.

tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
JAMU JUN - Jamu jun atau wedang bathanget di Kaliwungu Kendal. (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Saat cuaca dingin atau musing penghujan begini enaknya minum minuman penghangat badan. Terutama minuman tradisional khas Semarang atau Kendal yaitu Jamu Jun. Orang Kaliwungu Kendal menyebutnya sebagai Wedang Bathanget, atau Jamu Jun. Atau di Demak biasa dikenal sebagai Jamu Corong. Semua itu hampir sama.

Di Kaliwungu Kendal ada Yuni (29) penjual Wedang Bathanget khas Kaliwungu. Wedang Bathanget atau Jamu Jun ini diwarisi oleh Yuni dari neneknya yaitu Mbah Samir. Orangtua Yuni sudah jualan Wedang Bathanget sejak tahun 1975 dan kini resepnya diwarisi oleh sang bibi. Sedangkan Yuni hanya menjualnya.

Meski dianggap sejenis dengan kedua jamu di atas, Bathanget memiliki perbedaan baik tekstur maupun rasa. Jika di Semarang teksturnya agak kental seperti bubur, di Kaliwungu wedang ini lebih menyerupai dhawet.

JAMU JUN - Yuni sedang meladeni pembeli jamu jun atau wedang bathanget di kedainya, di Kaliwungu Kendal. (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang)
JAMU JUN - Yuni sedang meladeni pembeli jamu jun atau wedang bathanget di kedainya, di Kaliwungu Kendal. (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang) (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang)

Sehari-hari Yuni membuka kedainya bersama adiknya Nana (22) di depan ruko Kaliwungu Trade Center, tepatnya sebelah timur Pasar Gladak. Kedai mulai dibuka pukul 17.00-23.00 WIB. Sedangkan paginya, bibinya yang berjualan di Pasar Gladak. "Kalo pagi bulek di pasar, kalo sore saya di sini," kata Yuni, Selasa, 7 Januari 2020.

Yuni menerangkan, bahan ramuan untuk meracik wedang bathanget yaitu santan, bubuk merica, gula merah, daun pandan, beras ketan dan jahe. Aroma jahe yang ditumbuk memang sangat terasa dalam wedhang ini. Namun dalam pembuatannya Yuni mengaku cukup rumit. Kerumitan inilah yang membuat Wedhang Bathanget memiliki rasa yang khas.

Selain itu, wedhang ini akan selalu hangat karena disimpan di dalam Jun, mirip kendhil namun lebih besar dan tinggi, meski tidak sebesar genthong. Jun ini bisa bikin awet panas sehingga tidak perlu dipanasi pakai kompor. Jamu Jun atau Bathanget nikmat disantap saat malam.

Kendati lebih cocok disajikan hangat, namun wedhang ini ternyata bisa dinikmati dengan es. Jika tanpa es wedhang ini dijual Rp 5 ribu per porsinya, sedangkan jika ditambah es menjadi Rp 6 ribu. Selain itu pembeli juga bisa request sesuai selera, seperti menambah bubuk merica untuk mendapatkan rasa yang lebih pedas atau menambah beras ketannya. Pembeli biasanya berasal dari sekitar Kaliwungu sendiri, Boja, Mijen dan Semarang. Selamat mencoba ya. (tribunjateng/mahasiswa UIN Walisongo magang)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved