Pernikahan Dini di Karanganyar Bikin Geleng Kepala, Belum Sebulan Ada 30 Pengajuan Dispensasi Nikah

Adanya pernikahan dini itu sangat dimungkinkan terjadinya pertengkaran dan perselisihan di dalam rumah tangga, pada akhirnya berujung perceraian.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar, M Danil 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Karanganyar menerima 140 pengajuan dispensasi nikah sepanjang 2019.

Berlakunya UU Nomor 16 Tahun 2019 berisi batas usia pernikahan antara pria dan wanita minimal berumur 19 tahun, ditengarahi menjadi satu faktor banyaknya jumlah pengajuan dispensasi nikah.

12 Tahun Berlalu, Pasar Rejosari Makin Tidak Jelas, Diusulkan DPRD Salatiga Gunakan Hak Interpelasi

Ketua PA Karanganyar, M Danil mengatakan, 140 pengajuan dispensasi nikah tersebut cukup tinggi dalam konteks pernikahan dini.

Lanjutnya, pada 1-22 Januari 2020, PA Karanganyar sudah menerima 30 pengajuan dispensasi nikah.

Menurutnya dengan adanya aturan batas usia pasangan yang hendak menikah tersebut merupakan kepentingan anak.

Dalam pengajuan dispensasi nikah juga ada aturannya.

Awas Antraks, Dispertan Salatiga Gerak Cepat, Nunuk Dartini: Sapi Masuk Salatiga Harus Diperiksa

Seperti haruslah orangtua bersangkutan yang mengajukan.

Jika sudah tidak ada, bisa diajukan oleh wali yang ditunjuk oleh PA.

"UU itu untuk kepentingan anak. Adanya pernikahan dini itu sangat dimungkinkan terjadinya pertengkaran dan perselisihan di dalam rumah tangga, pada akhirnya berujung perceraian."

"Sehingga harus matang terlebih dahulu. Usia 19 tahun menurut UU sudah dianggap matang," katanya saat ditemui Tribunjateng.com, Rabu (22/1/2020).

Launching Festival Kuliner Kota Semarang, Jalan Depok Ditutup Jumat Sore

Sambung Ketua PA Karanganyar, tidak semua pengajuan dispensasi nikah tersebut dikabulkan.

Apabila ada kemungkinan atau alasan tertentu, pasti tidak dikabulkan untuk mencegah adanya pernikahan dini.

"Alasan dispensasi nikah ada yang sudah berhubungan suami-istri sebelum menikah."

"Ada juga yang beralasan sudah menyebar undangan. Tapi kalau belum cukup umur, masih mungkin diarahkan dan bukan kemauan anak atau ada paksaan, pasti tidak dikabulkan," terangnya.

1 Februari, Latihan Perdana PSIS di Stadion Citarum Semarang

Danil berharap Forkopimda bisa menjadi penyambung lidah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya ikut bersama-sama bertanggung jawab.

Jangan sampai anak-anak terlibat dalam pergaulan bebas.

Pihaknya mengimbau sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, orangtua dapat menghatarkan buah hatinya menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu.

Penjual Es Puter Semarang Terancam Hukuman Mati, Tertangkap Edarkan Sabu Total 100 Gram Lebih

"Jangan sampai mereka melakukan perbuatan yang dapat merusak diri sendiri."

"Sempurnakan kehidupan dahulu, lewati masa remaja, mencari ilmu. Karena ilmu bisa menjadi benteng," pungkasnya. (Agus Iswadi)

Wanita Lulusan S2 Dihina karena Nikahi Sopir Truk, Ternyata Gaji Suami 5 Kali Lebih Besar

Kisah Nyata: Pernikahan Hanya Berumur 12 Hari, Suami Suka Tidur di Depan TV dan Suami Ngaku Trauma

Jatah Pupuk Bersubsidi Berkurang Tahun Ini, Pemkab Karanganyar Sarankan Petani Bikin Sendiri

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved