Breaking News:

Tanggapan Keraton Kasunanan Surakarta soal Muncul Keraton Baru, Gusti Moeng: Seperti Zombi 

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandasari dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyebut banyak bermunculan keraton baru sebagai zombi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Gusti Moeng di Siti Hinggil, kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat, Senin (9/4/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Keberadaan keraton-keraton baru belakangan ini menjadi perhatian banyak kalangan. Terutama Keraton Agung Sejagat yang terdapat indikasi penipuan di dalamnya.

Menanggapi munculnya keraton-keraton baru ini, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandasari dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyebut sebagai zombi.

Sebab, keberadaan keraton yang sudah tiada, kini bangkit kembali.

Balita Ditemukan Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD jadi Tersangka

BREAKING NEWS: Ditemukan Benda Mencurigakan di Depan ATM Area SPBU Kertijayan Pekalongan

Heboh Surat Keputusan RW Bedakan Istilah Pribumi dan Non-Pribumi di Surabaya, Ini Faktanya

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Nelayan Pantura, Khawatir Tangkapan Berkurang

"Dengan munculnya ini masyarakat akan lebih waspada. Yang mengatasnamakan keraton-keraton yang sudah mati bangkit kembali, ini kan bangkit dari kubur," ujar Gusti Moeng sapaan akrab GKR Wandasari, Rabu (22/1/2020).

Gusti Moeng melanjutkan, pemrakarsa berdirinya keraton-keraton baru ini harusnya sadar dan insaf. Sebab, hal itu dinilai telah membohongi publik.

"Harusnya sadar dan insaf. Insaf itu tidak akan melakukan kesalahan yang dilakukan, karena sadar dan insaf ini sudah membohongi publik merusak sejarah bangsa," ujar Gusti Moeng.

Dia mencontohkan, munculnya kembali Kesultanan Pajang di Kartasura.

Dia pernah datang ke petilasannya. Di sebelahnya terdapat sebuah bengkel yang ternyata milik Suradi.

GKR Wandasari atau Gusti Moeng
GKR Wandasari atau Gusti Moeng (ISTIMEWA)

"Katanya mau dibikin wahana wisata (oleh Suradi). Tapi ternyata dibikin keraton melalui yayasannya. Memang secara hukum Indonesia dia jelas sebagai yayasan. Ya sudah, yayasan lakukan dengan yayasan itu sendiri," ujarnya.

Keberadaan Kesultanan Pajang, kata Gusti Moeng, harusnya Suradi sudah tahu jika keratonnya telah pindah ke Kotagede.

Kasultanan Keraton Pajang yang dipimpin Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV, Suradi Suranegoro
Kasultanan Keraton Pajang yang dipimpin Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV, Suradi Suranegoro (TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO)

Kemudian pindah ke Kartosuro dan berakhir di Desa Sala yang saat ini Surakarta.(Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali)

Gadis Asal Gresik Ini Kirim Surat Ke PM Australia dan Donald Trump, Minta Hentikan Ekspor Sampah

Viral Mobil Patroli Polisi Tabrak 4 Pengendara Motor, Baru Berhenti Setelah Tabrak Ambulans

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved