Breaking News:

Berita Regional

Tragedi Alat Kelamin Bocah SD Terpotong Saat Sunat, Sang Mantri Sempat Buron

kasus sunat berujung alat kelamin terpotong di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
ilustrasi sunat 

TRIBUNJATENG.COM - Polisi menangkap mantri SA yang diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus sunat berujung alat kelamin terpotong di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat.

Korban berinisial WM (10).

Ia merupakan Siswa SD.

Kisah Herman Meninggal Dibunuh Tetangga di Depan Mata Istri Korban

Bocah Umur 13 Tahun Mengaku Dihamili Bocah Laki-laki 10 Tahun, Dokter Curiga dan Ungkap Keanehan

Kisah Haru Kakek Pemanggul Meja Kayu di Purwokerto, Selalu Simpan Tanggal Kematian Anak dan Istri

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Tiga Hari, Ada Sirkulasi Siklonik

Mantri SA sempat menjadi buronan sejak Oktober 2019.

Kasat Reskrim Polres Lambar, AKP Made Silpa Yudiawan mengatakan, SA diamankan di Kampung Curug Patah, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan, pada Rabu (22/1/2020) malam.

SA diduga melanggar pasal 83 jo pasal 64 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

SA ditangkap di kediaman R, mantan Kepala Kampung Curug Patah, Kecamatan Gunung Labuhan.

"Tersangka kita tangkap berdasarkan laporan polisi nomor LP/652/1X/2019/PLD LPG/RES LAMBAR, tanggal 30 September 2019, yang terjadi pada tanggal 8 Juli 2019 sekira pukul 09.00 WIB. Pelapor Herman Sopyan yang merupakan orangtua korban," ungkap Made Silpa Yudiawan, Kamis (23/1/2020).

Made menjelaskan, insiden itu bermula saat Herman memanggil SA untuk mengkhitan anaknya, pada Senin (8/7/2019).

S mengkhitan WM dengan menggunakan alat-alat, berupa gunting sunat, alat suntik, alat jahit kulit, dan lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved