Breaking News:

Bupati Pati : Banyak Jembatan yang Terlalu Rendah Hambat Aliran Air saat Hujan Deras

Bupati Pati Haryanto menyebut, dari sekian banyak peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Pati sekira satu bulan belakangan, kebanyakan disebabkan

TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto menandatangani prasasti peresmian Jembatan Noto Gung Wedi di Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Rabu (29/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATIBupati Pati Haryanto menyebut, dari sekian banyak peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Pati sekira satu bulan belakangan, kebanyakan disebabkan tersumbatnya aliran sungai oleh sampah.

Terkait hal ini, ia menilai, kunci pencegahan banjir ada pada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Namun demikian, ia juga tidak menafikan bahwa beberapa peristiwa banjir juga disebabkan adanya beberapa jembatan yang konstruksinya terlalu rendah, terlalu dekat dengan permukaan sungai, sehingga menghambat aliran air ketika terjadi hujan deras.

Terungkap Sosok Pimpinan Tertinggi Sunda Empire, Ternyata Seorang Perempuan, Ini Penampilannya

28 Kucing Mati Mendadak di Karanganyar, Disebut Terserang Virus Distemper

RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Terindikasi Suspect Corona, Datang Sendiri Bukan Hasil Rujukan

Kedekatan Duda Dory Harsa Penabuh Gendang Didi Kempot dengan Nella Kharisma yang Masih Bersuami

Memberi satu contoh, ia menyebut, Jalan Raya Pati-Juwana sudah lima kali dibanjiri air dari luapan Sungai Simo.

Hal ini disebabkan tersumbatnya aliran sungai di bawah jembatan depan PT Lotus Prima Energi oleh tumpukan sampah.

“Jembatan itu memang tidak ada izinnya (tidak ber-IMB). Terlalu rendah, sehingga ketika ada hujan lebat di Pegunungan Muria, sampah mudah menyumbat dan air dari Sungai Simo meluap sampai ke jalan.

Namun, atas koordinasi Wabup, pemilik perusahaan membolehkan jembatan itu untuk dijebol,” papar Haryanto dalam acara Peresmian Jembatan Noto Gung Wedi di Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Rabu (29/1/2020).

Pada kesempatan tersebut, Haryanto mengapresiasi pembangunan Jembatan Noto Gung Wedi yang menurutnya konstruksinya tidak menghambat arus Sungai Gung Wedi di bawahnya.

“Memang sebaiknya kalau membuat jembatan jangan hanya lurus.

Mesti ditinggikan supaya sampah tidak nyangkut.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved