Breaking News:

19 Permohonan Poligami di Semarang Selama 2019, Kebanyakan dari Kalangan Ini dan Syarat-syaratnya

Pengadilan Agama Kota Semarang mencatat pada 2018 angka permohonan poligami sebanyak 19 dan sudah putus 10 permohonan.

Tribun Jateng/ Adelia Prihastut
Suasana di ruang tunggu Pengadilan Agama Kota Semarang, Kamis (30/01/20). 

Pengadilan Agama Kota Semarang menyebut permohonan perceraian poligami penggugatnya adalah istri.

Alasan utama yakni suami tidak dapat berlaku adil baik secara lahir dan batin. 

“Perceraian karena poligami juga ada.

Misal sudah poligami, lama-lama istri pertama tersiksa karena ia merasa suami lebih banyak menghabiskan waktu dan memberikan nafkah kepada istri kedua,” ujar Tazkiyaturrobihah saat ditemui Tribun Jateng di ruangannya, Kamis (30/01/20).

Pemohon sebenarnya juga mempertimbangkan faktor ekonomi dalam pengajuan perceraian.

Karena ia merasa masih mampu dan tidak bergantung dari sisi ekonomi kepada suami, ia berani memutuskan untuk berpisah.

“Pada intinya orang yang dimadu tidak ada yang ikhlas. Pasti tekanan batin.

Istri merasa lebih baik berpisah dari suami yang memang menurutnya tidak bisa berlaku adil,” tambahnya. (adl)

Penulis: Adelia Prihastuti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved