Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Timnas Indonesia

Fokus : Pemain Muda untuk Timnas Indonesia

Jika mengingat kembali hasil Timnas Indonesia di kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022 Qatar, sepertinya sudah saatnya Indonesia memotong generasi.

Penulis: galih permadi | Editor: galih permadi
Tribun Jateng
Galih Permadi 

Penulis : Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

Jika mengingat kembali hasil Timnas Indonesia di Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar, sepertinya sudah saatnya Indonesia memotong generasi.

Sudah saatnya mempercayakan pemain muda mengisi skuat Garuda.

Dari lima laga, Garuda kalah melulu. Pertandingan pertama, Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia.

Lalu kalah 0-3 dari Thailand, kalah 5-0 dari UEA, kalah 1-3 dari Vietnam, dan kalah 2-0 dari Malaysia.

Kemenangan Perdana Shin Tae-yong Bersama Timnas U-19 Indonesia : Menjadi Modal Positif Bagi Pemain

Persija Jakarta Angkat Tangan, PSS Sleman Bersaing dengan Persib Bandung Dapatkan Saddil Ramdani

Hasil Coppa Italia Tadi Malam Inter Milan Vs Fiorentina, Nerazzurri Melaju ke Semifinal

Hasil Liga Inggris Tadi Malam West Ham Vs Liverpool, Salah Catatkan Gol Ke-12

Menilik skuat yang dipakai Simon Mcmenemy, hampir setiap lini memanggil pemain di atas 30 tahun.

Sebut saja Wawan Hendrawan (37), Otavio Dutra (36), Yustinus Pae (36), Ruben Sanadi (33), Lilipaly (30), Irfan Bachdim (31), Alberto Goncalves (39), Greg Nwokolo (34), dan Osas Saha (33).

Stok pemain diduga menjadi pertimbangan Simon memanggil para pemain uzur.

Pemain lini belakang dan depan disebut-sebut memiliki stok tipis.

Berbeda di lini tengah yang masih banyak stok sebut saja Evan Dimas, Zulfiandi, Febri Hariyadi, dan Saddil Ramdani, dan Andik Vermansah.

Hal sama dikatakan Shin Tae-yong ketika menangani Timnas U-19 Indonesia.

Ia mengaku krisis stok kiper, bek, dan striker.

Menurut mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu, krisis stok di tiga lini tersebut tak hanya terjadi di Timnas U-19 Indonesia, tapi hampir di semua level Tim Merah-Putih.

"Jujur saja stok penyerang berkualitas di Indonesia amat minim. Tapi di posisi itu lebih mending dibanding posisi pemain belakang dan penjaga gawang," kata Shin Tae-yong jelang keberangkatan Garuda Muda ke pusat pelatihan di Thailand, beberapa waktu lalu.

Kondisi ini dimungkinkan adanya kesalahan regulasi di Liga Indonesia, terutama di Liga 1 yang kompetitif dibanding liga di bawahnya.

Kesempatan bermain pemain muda di kasta tertinggi menjadi ganjalan.

Sempat pada kompetisi Liga 1 2017, PSSI melalui PT LIB membuat terobosan regulasi yang mewajibkan klub memakai jasa tiga pemain di bawah usia 23 tahun.

Juga mewajibkan memainkan sang wonderkid paling sedikit 45 menit.

Sayangnya, regulasi ini hanya seumur jagung, hanya 4 bulan berlaku, lalu ditangguhkan hingga musim 2017 berakhir.

Manajemen klub mengeluhkan kesulitan pemain muda berkualitas untuk berkompetisi di kasta tertinggi.

Apalagi jika dipandang bermain bagus, kemudian dipanggil Timnas Indonesia sehingga klub kesulitan mencari pemain yang sepadan.

Musim 2018, regulasi berubah.

Klub diwajibkan memanggil minimal tujuh pemain U-23 namun tidak mewajibkan memainkan para talenta muda.

Regulasi ini berlaku untuk Liga 1 2020.

Regulasi 2018 itu nyatanya cukup andil melahirkan talenta muda berkualitas bagi klub atau Timnas Indonesia.

Sebut saja Irfan Jaya, Frets Butuan, Alfath Fathier, dan Arif Satria.

Lalu di musim 2019 muncul nama Todd Ferre, Asnawi Mangkualam, Rachmat Irianto, Syahrian Abimanyu, Terens Puhiri, dan Nadeo Argawinata.

PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, dan Barito Putera sejauh ini getol mendatangkan dan mempromosikan pemain muda.

PSIS mempromosikan delapan pemain U-18 dan mendatangkan Alfeandra Dewangga Santosa penggawa Timnas U-19 Indonesia serta terbaru, Mahir Radja Satya Djamaoeddin.

Diharapkan kehadiran pemain U-23 tidak hanya sebagai formalitas memenuhi regulasi Liga 1.

Saatnya mempercayakan pemain muda untuk berkompetisi di kasta tertinggi sehingga melahirkan bintang baru bagi Timnas Indonesia.

Nantinya bukan hanya klub dan suporter klub saja yang bangga, tapi kami juga sebagai rakyat Indonesia ikut berbangga jika nantinya Timnas Indonesia berprestasi berkat kepercayaan klub memainkan pemain muda.(*)

Kisah Tika Bravani Pemeran Denok di Tukang Ojek Pengkolan Dipanggil Istrinya Ojak, Suami Asli Dimas

Kisah Pemuda Asal Kebumen Ngamuk Bawa Gergaji ke Bank, Duel Seru dengan Satpam, Berakhir Begini

Virus Corona Senjata Biologis China? Apa Kata Eks Kepala Intelijen TNI Soleman Ponto?

Kisah Eros Mahasiswa Indonesia Pulang dari Wuhan China : Banyak Hoaks Soal Virus Corona

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved