Siswa Minta Ganjar Pranowo Lanjutkan Program SPP Gratis

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menggratiskan SPP untuk siswa SMA/SMK/SLB Negeri mulai Januari 2020. Muncul berbagai tanggapan terkait kebijakan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menggratiskan SPP untuk siswa SMA/SMK/SLB Negeri mulai Januari 2020. Muncul berbagai tanggapan terkait kebijakan tersebut.

Sebut saja Anisa siswi kelas 11 SMAN 3 Semarang, Anisa. Ia berharap, program SPP gratis itu terus bekelanjutan. Tidak hanya tahun 2020 saja. Karena bagaimanapun, dengan SPP gratis bisa meringankan bagi mereka keluarga kurang mampu.

Dia berharap SPP ini benar benar gratis dan tak ada sumbangan atau pungutan lain di luar itu. Apalagi terkait rencana pemerintah menggratiskan SPP ini sudah diberitakan tahun lalu. Anisa ingin membuktikan dan merasakan janji itu.

Siswa lain, Dhandi juga menilai bahwa kebijakan SPP gratis ini sangat meringankan orangtua siswa. Dirinya juga makin semangat belajar. Anak-anak hanya fokus belajar dan konsentrasi untuk mengikuti ekskul di sekolah. Tanpa memikirkan biaya lagi. Dhandi sudah mengetahui bahwa di provinsi lain juga ada sekolah gratis SPP. Dirinya berharap sekolah SMAN atau SMKN di kabupaten lain di Jateng betul-betul SPP gratis. Jangan sampai pemerintah gratiskan SPP tapi sekolah bersama komite cari cara lain untuk memungut bayaran. "Saya ingin benar-benar gratis" ujar dia.

Orangtua siswa di SMA Negeri 2 Karanganyar, Supardi yang kebetulan berada di Kota Semarang juga memberikan tanggapan. Dia katakan, dana yang semula untuk bayar SPP anaknya, bisa untuk keperluan lain. Misalnya, beli alat tulis, biaya ekstra kurikuler, dan lain sebagainya.

"Saya harap kebijakan ini terus berlanjut. Saya masih punya anak lain yang belum SMA. Harapannya, saat anak saya yang lain masuk SMA kelak, kebijakan ini masih ada," tandasnya.

Wiharto Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang menyatakan, dengan adanya program gratis SPP tersebut maka pihaknya perlu memaksimalkan anggaran dari dana BOS sesuai petunjuk teknis. Dijelaskannya, BOS digunakan untuk biaya operasional yang meliputi pengadaan barang dan jasa.

Namun demikian, karena terbatasnya anggaran BOS, pihaknya akan menggunakan Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

"Untuk Kota Semarang, per siswa dapat Rp 1.743.000 per tahun. Pencairannya tiap tiga bulan sekali. Pada intinya. Intinya kami menyambut kebijakan tersebut," kata dia, Kamin (30/1). (vra)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved