Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Peringati Harlah Ke-94 NU, Ratusan Warga Salatiga Ikuti Jalan Sehat Sarungan

Ratusan warga Kota Salatiga mengikuti Jalan Sehat Sarungan (JSS) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-94 tahun 2020, Minggu (2/2/2020).

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat mengikuti acara Jalan Santai Sarungan (JSS) dalam rangka Harlah NU ke-49 di Kelurahan Tingkir, Minggu (2/2/2020).  

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ratusan warga Kota Salatiga mengikuti Jalan Sehat Sarungan (JSS) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-94 tahun 2020, Minggu (2/2/2020).

Ketua Panitia Agus Salim mengatakan kegiatan JSS sendiri selain dalam rangka Harlah NU ke-94 juga bagian dari mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat menjaga kebugaran.

"Acara ini selain kampanye soal kesehatan tetapi momentum Harlah NU kami wajibkan memakai sarung sebagai identitas khas santri atau kaum muslim," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi start Masjid Agung Fudhola, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Minggu (2/2/2020).

Menurut Agus, kegiatan JSS dengan bersarung tersebut diprakarsai oleh segenap pengurus MWC NU Kecamatan, Tingkir Kota Salatiga dan terbuka bagi masyarakat luas.

Adapun rute lanjutnya titik keberangkatan dari Masjid Agung Fudhola Tingkir Lor, kemudian melintasi Pondok Al Masyitoh Tingkir Lor berlanjut sampai Pasar Cengek Tingkir Lor hingga ke Situs Pondok Pesantren Djoko Tingkir KH. Zubeir Umar Al Jailaniy.

"Lalu mampir ke Makam Mbah Abdul Wahid (Leluhur Gus Dur) melakukan doa dan tahlil massal serta pembacaan Sirah Sejarah  sanad dan nasab Simbah Kyai Abdul Wahid dilanjutkan perjalanan kembali ke Masjid Agung Al Fudhola Tingkir Lor sebagai finish," katanya

Ketua MWC NU Kecamatan Tingkir KH Muamir Marzuki menambahkan acara JSS selain meneguhkan identitas NU yang khas dengan sarungan sekaligus promosi wisata religi di Makam KH Abdul Wahid.

KH Marzuki menjelaskan selain diikuti pengurus NU se Kota Salatiga, perwakilan santriwan dan jamaah pengajian dan serta warga umum turut pula Walikota Salatiga Yuliyanto dan Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit.

"Panitia juga menyediakan berbagai hadiah kepada peserta mulai dari sepeda, magicom, dispenser bagi yang beruntung dari kupon telah dibagikan. Lalu hiburan penampilan grup rebana dari MWC Tingkir Salatiga," ujarnya

Walikota Salatiga Yuliyanto berpesan warga NU Salatiga agar senantiasa kompak dan dapat melanjutkan perjuangan KH Hasyim Asy'ari.

Dirinya mencontohkan perjuangan itu dapat diaplikasikan melalui kebutuhan sekarang salah satunya turut mempromosikan potensi wisata. Mengingat Kelurahan Tingkir Lor telah dicanangkan sebagai desa disata, karena ada makam kakek KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

"Karena sekarang banyak masyarakat ingin liburan atau rekreasi sekaligus berziarah. Pemkot senantiasa memfasilitasi masyarakat melalui dinas terkait dengan anggaran yang tersedia. Tetapi keterlibatan warga secara langsung jauh lebih penting," jelasnya

Pihaknya menyatakan dengan adanya wisata yang bertumbuh nantinya diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat. Kemudian, wilayah tempat tinggal semakin dikenal dan membuka peluang ekonomi baru. (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved