Defisit Neraca Perdagangan Jawa Tengah Mencapai 289 Juta Dolar AS Lebih

Selisih ekspor dan impor Jateng Desember lalu membuat neraca perdagangan di Jateng mengalami defisit mencapai 289 Juta Dolar AS.

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kepala BPS Provinsi Jateng Sentot Bangun Widoyono, saat ditemui Tribunjateng.com, di Kantor BPS, Senin (3/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selisih ekspor dan impor Jateng Desember lalu membuat neraca perdagangan di Jateng mengalami defisit mencapai 289 Juta Dolar AS.

Data terbaru BPS Provinsi Jateng menyebutkan, ekspor Jateng pada Desember lalu mencapai 733 juta Dolar AS.

Sementara capaian impor masih melambung tinggi mencapai 1 miliar Dolar AS lebih.

Wajah Zikria Dzatil Wanita Cantik, Penghina Risma Ditangkap : Saya Ketakutan, Seperti Dikejar-kejar

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, AKBP RM Rusmin Perwira Polda Meninggal Kecelakaan Tertabrak Truk

Liputan Khusus: Siapa Beking Tambang Galian C Ilegal di Jawa Tengah, Ini Kata ESDM Jateng

Rugi Luar Dalam Seusai Tiba di Semarang, Tak Cuma Diperkosa, Harta Wanita Brebes Ini Juga Digondol

Menurut Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, nonmigas menyumbang nilai impor terbesar pada Desember 2019 yaitu nonmigas yang mencapai 651 juta Dolar AS.

"Dari 10 golongan barang nonmigas, impor terbesar ada pada mesin atau pesawat mekanik yang mencapai 133 juta Dolar AS," jelasnya saat ditemui Tribunjateng.com di kantor BPS Provinsi Jateng, Senin (3/2/2020).

Dilanjutkannya, impor migas pada Desember lalu juga menyumbang defisit neraca perdagangan.

"Impor migas tercatat mencapai 371 juta Dolar AS pada Desember lalu, meski turun dibanding November 2019 dengan 465 juta Dolar AS, namun masih tinggi jika dibandingkan Desember 2018 yang mencapai 320 juta Dolar AS," paparnya.

Sementara untuk total capaian ekspor pada Desember 2019, dituturkan Sentot, masih jauh dibawah nilai total impor.

"Ekspor pada Jateng di angka 733 Juta Dolar AS, sementara impor 1 miliar Dolar AS.

Untuk eskpor migas Desember lalu mencapai 18 juta Dolar AS, sementara barang nonmigas di angka 714 juta Dolar AS," ucapnya.

Dikatakan Sentot, terdapat 13 negara penyumbang total impor di Jateng, di mana Tiongkok mendominasi capaian impor.

"Tiongkok menjadi penyumbang impor terbesar dari 13 negara utama yang melakukan impor ke Jateng, capaian Tiongkok terhadap impor Desember lalu, mencapai 313 juta Dolar AS," imbuhnya. (bud)

Erisman : Infrastruktur Bagus dan Event Internasional Tingkatkan Kunjungan Wisman di Kota Semarang

BREAKING NEWS : Kebakaran Rumah di Pusponjolo Tengah, 2 Penghuni Teriak sambil Menyelamatkan Diri

Buku Melawan Setan Bermata Runcing, Butet Manurung : Ini Pengalaman Sokola Rimba

Hakim Geram Dengar Saksi Beri Uang ke Heru Subiyantoko : Suatu Saat Anda Duduk Sebagai Terdakwa

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved