Breaking News:

Berita Kudus

Heru Habis Rp 900 Juta untuk Bayar Utang Tamzil Saat Pilkada Kudus ke Pengusaha

Sidang lanjutan kasus suap bupati nonaktif Kudus, M. Tamzil kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kota Semarang, Senin (3/2)

Penulis: Adelia Prihastuti | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/ADELIA PRIHASTUTI
Heru Subiyantoko saat memberikan keterangan di persidangan kasus dugaan suap bupati nonaktif Kudus, M. Tamzil, di PN Tipikor Kota Semarang, Senin (3/2/20). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang lanjutan kasus suap bupati nonaktif Kudus M Tamzil kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kota Semarang, Senin (3/2) sekitar pukul 10.30 WIB.

Agenda sidang kali ini adalah kembali mendengarkan keterangan saksi.

Ssaksi yang dihadirkan adalah Heru Subiyantoko mantan Plt Kepala Dinas PUPR Kab Kudus sekarang menjabat Sekretaris Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda), tiga rekanan kontraktor yakni Faiq Himawan, Sariyun dan Ratno P.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Sulistyo dengan hakim anggota Robert Pasaribu dan Agoes Prijadi. Serta JPU KPK Helmi Syarif dan Eva Yustisiana.

BREAKING NEWS: Ada Demo Mahasiswa di Depan Kampus UIN Walisongo, Jalur Pantura Semarang Tersendat

BREAKING NEWS: Pengendara Motor Tewas Setelah Terseret Truk Padas di Majapahit Semarang

Imran Minta Pemain Asing PSIS Flavio Beck Junior, Bruno Silva, dan Wallace Costa Genjot Fisik

Rugi Luar Dalam Seusai Tiba di Semarang, Tak Cuma Diperkosa, Harta Wanita Brebes Ini Juga Digondol

Kepada majelis hakim, Heru Subiyantoko menceritakan tidak pernah memberikan uang ke Tamzil.

Tetapi ia mengaku sering diminta bupati membayar hutangnya kepada pengusaha bus Kudus, Haryanto.

 “Saya sering diminta bupati untuk membayar beberapa hal termasuk hutang kepada Haryanto sebesar Rp 850 juta,” ujarnya.

Dalam BAP dirinya menyebut dipanggil Tamzil dan diminta untuk memenuhi permintaan Haryanto sebab Haryanto terus menagih hutang tersebut.

Ia menjelaskan uang tersebut ia bayarkan secara bertahap sebesar Rp 100 juta dan Rp 500 juta pada akhir September dan awal Oktober 2018.

Kemudian Rp 50 juta pada Oktober 2018, Rp 100 juta pada November 2018 dan Rp 100 juta pada Desember 2018. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved