Ini 4 Kota yang Alami Inflasi Tertinggi di Jawa Tengah

Empat kota di Jateng mengalami inflasi cukup tinggi di awal tahun 2020, bahkan inflasi tertinggi yang terjadi di Kota Tegal mencapai 0,34 persen.

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kepala BPS Provinsi Jateng Sentot Bangun Widoyono, saat ditemui Tribunjateng.com, di Kantor BPS, Senin (3/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat kota di Jateng mengalami inflasi cukup tinggi di awal tahun 2020, bahkan inflasi tertinggi yang terjadi di Kota Tegal mencapai 0,34 persen.

Selain Tegal, tercatat dalam data BPS Provinsi Jateng, Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,32 persen, disusul Kota Surakarta yang mencapai 0,14 persen, dan Kota Semarang dengan 0,06 persen.

Empat kota yang tercatat dalam data BPS, secara akumulasi menyumbang inflasi Jateng sebesar 0,09 persen.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, AKBP RM Rusmin Perwira Polda Meninggal Kecelakaan Tertabrak Truk

Rugi Luar Dalam Seusai Tiba di Semarang, Tak Cuma Diperkosa, Harta Wanita Brebes Ini Juga Digondol

Liputan Khusus: Siapa Beking Tambang Galian C Ilegal di Jawa Tengah, Ini Kata ESDM Jateng

Berawal Hobi Nonton Film Ninja Jepang, Syamsul Warga Kendal Produksi Pedang Katana

Menurut Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, terdapat komuditas baru penyumbang inflasi di Jateng.

"Komoditas penyumbang inflasi di Tegal, dan Semarang adalah cabai merah, di Tegal cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,37 persen, sementara di Semarang, 0,19 persen," katanya di Kantor BPS, Senin (3/2/2020).

Sementara di dua kota lainya, yaitu Surakarta dan Purwokerto, cabai merah penyumbang inflasi kedua di bawah minyak goreng.

"Selain minyak goreng dan cabai merah, sejumlah komoditas baru juga menyumbang total inflasi.

"Seperti harga mobil, yang tercatat di Kota Semarang menyumbang 0,05 persen, di Purwokerto 0,04 persen.

Meski baru namun wajib diwaspadi, karena jika harga terus melambung akan menambah capaian inflasi Jateng," paparnya.

Turut dijelaskan Sentot, jika dikelompokan, komoditas yang mempengaruhi inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.

"Makanan, minuman dan tembakau pada Januari lalu menyumbang inflasi 1,6 persen jika dibandingkan Desember 2019," ucapnya.

Ditambahkannya, jika pemerintah mengambil kebijakan yang berimbas kenikan harga sejumlah komuditas, dipastikan inflasi Jateng akan terus bertambah.

"Awal tahun saja banyak paket komuditas baru yang menyumbang inflasi, selain harga mobil, perawatan kulit atau perawatan pribadi, aksesoris telepon genggam, jasa penitipan anak juga mulai muncul, meski sumbangsihnya tak setinggi cabai merah dan minyak goreng.

Namun potensi tersebut harus diwaspadi," tambahnya.

Dari data yang dipaparkan Sentot, selain komuditas baru penyumbang inflasi, terdapat komuditas yang hilang, seperti ban dalam mobil, komputer tablet, tarif puskesmas, majalan remaja, ban luar sepeda dan lainya. (bud)

Kisah Saudi Tinggal Sendiri di Gubuk Reot Beralas Tanah di Brebes, Tak Ingin Repotkan Anak

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Jawa Tengah Bidik Dunia Bisnis, Kerja Sama dengan Undip

91 Lapak PKL Alun-alun Kota Tegal Akan Direlokasi ke Gedung PPIB

Resmikan Markas Baru, CEO Persekat Kabupaten Tegal : Jangan Remehkan, Kami Siap Bersaing

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved