Breaking News:

DPRD Kabupaten Pekalongan

Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan: Puskesmas Buaran Perlu Diperluas

Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan monitoring dengan jajaran Puskesmas Buaran guna mengetahui kondisi pelayanan di tempat itu.

Editor: abduh imanulhaq

Selama ini memang mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan BPJS sehingga tidak sembarangan dalam memberikan rujuk kepada pasien ke rumah sakit.

"Namun demikian, kami tetap berprinsip yang diutamakan adalah keselamatan pasien," tambahnya.

Mengetahui kendala seperti itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan Kholis Jazuli mengatakan hasil rapat dan paparan dari Puskesmas Buaran ada beberapa kendala yang dihadapi puskesmas. Seperti, lahan yang sempit.

''Kalau melihat kawasan ini, memang kurang layak karena digunakan oleh beberapa lembaga atau instansi seperti perbankan dan pemerintahan dalam hal ini kantor Kecamatan Buaran,'' kata Ketua Komisi D Kholis

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu cukup menyulitkan dalam memenuhi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan yang punya kebijakan yang terkait masalah itu yakni pemerintah setempat agar bisa mengambil kebijakan soal Puskesmas Buaran.

Kemudian, terkait soal pelayanan Kholis mengungkapkan pelayanan Puskesmas Buaran cukup menggemberikan, karena memiliki prestasi yang bagus di bidang pelayanan pasien.

"Tidak hanya itu, selama ini juga belum pernah ada permasalahan atau kasus-kasus serius dalam melayani masyarakat. Walau begitu, Puskesmas Buaran harus ada peningkatan, terutama soal sumber daya manusia (SDM) sehingga bisa optimal dan memenuhi SPM," ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan dalam keberanian memberikan rujukan, di sejumlah daerah memang berbeda, terutama kebijakan tafsir Kemenkes. Menurutnya, Kemenkes sebetulnya tidak ada menu rujukan menyebut tipe rumah sakit.

Namun yang ada adalah pelayanan pertama dan selanjutnya, sehingga tidak ada istilah dari puskesmas tidak bisa ke salah satu rumah sakit.

''Jadi batasan agar bisa memberikan rujukan di puskesmas bukan harga mati karena ini demi kepedulian masyarakat maupun pasien," tuturnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved