Lantik 63 Kades Terpilih, Bupati Tegal Umi Azizah Berpesan Harus Tahan Godaan

Bertempat di Pendopo Amangkurat Pemda Kabupaten Tegal, sebanyak 63 Kades terpilih mengikuti pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, seusai Pilkades

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bertempat di Pendopo Amangkurat Pemda Kabupaten Tegal, sebanyak 63 Kades terpilih mengikuti pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, seusai Pilkades serentak gelombang lll tahun 2019.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Tegal, Umi Azizah, Rabu (5/2).

Dalam sambutannya, Umi menyampaikan, selamat kepada Kades terpilih dan berharap dalam menjalankan roda pemerintahan selama enam tahun ke depan senantiasa dilandasi itikad baik, jujur, tulus-ikhlas mengabdi demi meningkatkan kesejahteraan warga, dan kepentingan masyarakat desa secara keseluruhan tanpa ada diskriminasi.

Ini Reaksi Ashanty saat Anang Hermansyah Peluk Tiara di Panggung Indonesian Idol

Kata Risma Setelah Baca Surat Permohonan Maaf dari Penghinanya: Saya Wajib Memberikan Maaf

Misteri Siswi SMP Meninggal di Gorong-gorong, Ayah Delis Sudah 2 Minggu Tak Masuk Kerja

WNA yang Diobservasi di Natuna Ternyata dari Amerika

Umi juga berpesan, kepada kepala desa terpilih untuk bisa segera menyesuaikan diri.

Pelajari betul bagaimana cara mengelola pemerintahan desa yang baik, beretika, dan terbuka, serta tidak memberikan celah atau kesempatan terjadinya korupsi.

Godaan terbesar seorang pemimpin adalah soal uang.

Mulai dari jual beli jabatan, pembebanan biaya administrasi yang tidak resmi kepada warganya, mark-up harga pembelian barang dan jasa, hingga penerimaan komisi proyek dari rekanan.

"Kepada Kades yang baru saja dilantik, saya minta integritas harus dinomor-satukan, termasuk tidak memikirkan mengembalikan uang yang dikeluarkan selama masa kampanye pencalonan Kades kemarin.

Karena yang seperti ini apalagi yang habisnya banyak, sudah barang tentu akan menjadi objek sorotan aparat pengawas internal pemerintah," tegas Umi, pada Tribunjateng.com, Rabu (5/2).

Berkenaan dengan pelayanan publik desa, lanjut Umi, harus memberi kepuasan bagi masyarakat, karena kebahagiaan warga menjadi indikator utama untuk mengukur keberhasilan dalam melayani.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved