Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pembunuhan Sopir Grab Kudus

Kabar Terbaru: Tanggapan Grab terhadap Perampokan Sopir Grab di Jepara

Saat ini, investigasi oleh kepolisian masih berlangsung dan Grab bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkapkan sejumlah fakta

istimewa
Foto almarhum Tri Ardiyanto (41), sopir Grab Car Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peristiwa penemuan jasad sopir taksi online Grab mendapat perhatian pihak pengelola.

Melalui City Leads Grab Kudus, Adrian Guritno, mengatakan Grab sangat terpukul menerima kabar duka mengenai mitra pengemudinya di Jepara, Jawa Tengah.

"Atas nama manajemen dan komunitas Grab, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, kerabat dan rekan yang ditinggalkan, " ujarnya dalam siaran tertukis yang diterima Tribun Jateng, Sabtu (8/2).

Adrian Guritno menjelaskan, Grab telah berkomunikasi dengan pihak keluarga dan menyampaikan komitmen untuk memberikan segala bentuk dukungan serta bantuan kepada kerabat mitra pengemudi.

Inilah 10 Pasangan Selebriti yang Sudah Dikaruniai Anak Tapi Belum Menikah

Kisah Haru Sopir Angkot Bawa Bayi 3,5 Bulan di Semarang Saat Narik, Dapat Simpati dan Cibiran

Video Viral : Pengemudi Agya Cekik Polisi Karena Hendak Ditilang di Tol Angke

Li Wenliang Penemu Virus Corona Meninggal Dunia

Saat ini, investigasi  oleh kepolisian masih berlangsung dan Grab bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkapkan sejumlah fakta terkait kejadian ini sebelum kami dapat memberikan informasi lebih lanjut.

"Saat ini juga merupakan masa yang sulit bagi keluarga, oleh karena itu kami mohon pengertian rekan-rekan media untuk dapat memberikan mereka privasi selama mereka mengatasi situasi ini.

Demikian disampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerja samanya, " pungkasnya. .

Dikabarkan sebelumnya, sopir Grab Kudus yang dirampok hingga meninggal, Tri Ardianto (41), terus didalami kepolisian.

Kepolisian telah membentuk tim gabungan khusus untuk mencari pelaku pembunuhan sopir Grab asal Kudus tersebut yang ditemukan tewas terbunuh di Welahan, Jepara, Kamis (6/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Rismanto, menjelaskan tim gabungan itu terdiri atas Polres Jepara, Kudus, dan Polda Jawa Tengah.

"Jadi  sekarang masih dalam penyelidikan semua.

Gabungan personel Kudus, Jepara, dan Polda Jateng," ujar dia kepada Tribunjateng.com, Jumat (7/2/2020).

Belum ada titik terang mengenai terduga pelaku yang melakukan pelaku pembunuhan‎ tersebut.

Polisi berencana menggelar hasil pemeriksaan petugas gabungan ‎tersebut.

"Kami mau cari petunjuk berkoordinasi untuk ‎menyinkronkan hasil penyelidikan.

Polres Jepara juga melakukan olah TKP ulang di lokasi penemuan mayat," ujar dia.

Kepolisian juga sudah membuka data aplikasi Grab untuk mengetahui data konsumen yang melakukan order terakhir.

Korban kali terakhir mengantarkan konsumen menggunakan aplikasi itu ke Hotel Poroliman yang berada di Jalan Bhakti nomor 5, Kudus.

"Kami sudah memeriksa dan meminta keterangan tetapi memang bukan pelakunya.

Setelah dari situ, dia ‎kembali lagi ke pool (tempat menunggu penumpang)," jelas AKP Rismanto.

Diketahui, korban menunggu penumpang di dekat Hypermart, Jalan Ahmad Yani, Kudus, pada Selasa (4/2/2020).

Kesaksian itu diungkapan Kasiman (50), tukang ojek pangkalan yang sering berkumpul bersama driver taksi online di lokasi ini.

‎Kasiman masih ingat persis, sebelum kejadian korban mendapatkan telepon untuk mengantarkan seseorang.

Namun dia tidak mengetahui siapa yang menghubungi korban dan mengantarkan ke lokasi mana.

"Lagi duduk di sini, lalu ada telepon.

Katanya ada carteran. ‎

Terus orangnya pergi tapi nggak tahu kemana," ujar dia.

Dia menjelaskan, korban dikenal sebagai sosok yang baik dalam pergaulan sehari-hari.

"Dia orangnya baik biar pun tatonya banyak.

Selasa (hari) itu memang agak pendiam, mungkin sudah berasa.

Karena saya tawari gorengan juga nggak mau," ujar dia.

Kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan di sekitar perumahan Mountain View Residence (MVR) Kudus yang diduga menjadi lokasi yang dilintasi korban.

Warga Perumahan MVR, Ardian Pratomo, mengetahui kedatangan kepolisian untuk memeriksa Vila MVR karena diduga korban mengantarkan pelaku secara offline ke sana.

Vila MVR berada di lingkungan perumahan yang biasanya disewakan sebagai tempat penginapan.

"Tapi kemarin (polisi) nggak mengecek CCTV karena nggak ada.

Cuma mengecek buku tamu," ujar warga RT 1 RW 8, Karangbener, Kudus, tersebut.

Menurut cerita satpam, korban mendatangi lokasi itu bersama dua penumpang.

Namun karena hanya sekilas, satpam juga sudah tidak ingat wajahnya.

"Katanya satpam mereka mau nyewa vila.

Karena harga tidak cocok terus putar balik," papar Ardian‎. (raf)

Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 8 Februari 2020, Scorpio Perlu Lebih Bersabar Demi Sebuah Kepastian

Hasil Liga Italia: Dihajar Bologna, AS Roma Masih Jadi Serigala Ompong di Kandang

Gadis Ini Ditinggalkan Tak Sadarkan Diri di Kebun Tomat Setelah Dicabuli dan Dianiaya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved