Breaking News:

Berita Pekalongan

DPRD Kabupaten Pekalongan Soroti Pelayanan Bidan Desa, Sebut Tak Ramah dan Tarik Biaya Tinggi

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan memberikan peringatan, kepada bidan di seluruh Kabupaten Pekalongan, khususnya di

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan memberikan peringatan, kepada bidan di seluruh Kabupaten Pekalongan, khususnya di Kecamatan Kesesi agar dalam melakukan pelayanan lebih ramah dan tidak melakukan pemungutan biaya tinggi kepada masyarakat.

Hal tersebut, dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan Dody Prasetyo usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Kesesi, di aula setempat, Senin (10/2/2020).

Dodi mengatakan bahwa selama ini, pihaknya banyak mendapat keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan bidan desa yang kurang ramah.

Tika Bravani Pemeran Denok di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Emak Mae Sampai Mengunjunginya

BREAKING NEWS: Tukang Tambal Ban di Arteri Yos Sudarso Semarang Tewas Saat Tabung Kompresor Meledak

BREAKING NEWS: Kecelakaan Beruntun Motor Mahasiswi VS Truk di Nogosari Boyolali, Ini Kronologinya

78 Tahun Bakrie Group Berdiri, Mertua Nia Ramadhani Pernah Bangkrut: Saya Lebih Miskin dari Pengemis

Selain itu, ada pula mengenai biaya pelayanan yang cukup tinggi sehingga membebani masyarakat kecil.

"Banyak laporan dari masyarakat, mengenai pelayanan bidan desa yang tidak ramah atau kurang komunikatif, kemudian juga ada beberapa mengenai biaya," kata Dodi kepada Tribunjateng.com.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Puskesmas 1 Kesesi atau Puskesmas 2 Kesesi agar memberikan pembinaan, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi.

"Jadi, kita serahkan dulu kepada pimpinan puskesmas untuk memberikan masukan dan saran kepada bidan-bidan desa yang ada untuk lebih melayani masyarakat lebih baik lagi," ungkapnya.

Dodi juga menambahkan saat musim penghujan seperti ini, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan di setiap lingkungan.

"Wabah deman berdarah di Kabupaten Pekalongan saat ini mulai meningkat.

Oleh karena itu, kami mengusulkan setiap puskesmas supaya pengadaan alat fogging untuk pencegahan DB, sehingga alur penanganan bisa dipercepat," tambahnya. (Dro)

Jaksa KPK Tuntut Agus Kroto Staf Khusus Bupati Kudus Non Aktif M Tamzil 6 Tahun Penjara

Rayu Calon Konsumen, BSB City Gelar Undian Berhadiah Mobil

Resmi Jadi Sponsor Utama Persekat, Triplogic dan Plus Enam Dua Komitmen Beri Dukungan Selama 1 Musim

Pasokan Terbatas, Harga Bawang Putih di Pasar Batang Mencapai Rp 60 Ribu per Kg

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved