Wabah Virus Corona

Wabah Virus Corona Bayangi Rencana Penerbitan Obligasi Sejumlah Emiten

Rencana penerbitan obligasi sejumlah emiten di Tanah Air dibayangi kekhawatiran soal virus corona.

Wabah Virus Corona Bayangi Rencana Penerbitan Obligasi Sejumlah Emiten
GOOGLE
Inilah Virus Corona, dari Penyebab, Gejala, Pencegahan hingga Belum Ditemukan Obat 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Rencana penerbitan obligasi sejumlah emiten di Tanah Air dibayangi kekhawatiran soal virus corona. Seperti diketahui, menyebarnya virus itu sedikit banyak berdampak pada indeks harga saham gabungan (IHSG).

Berdasarkan penelusuran Kontan, beberapa emiten disebut-sebut berencana menerbitkan obligasi global. Antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Bank Mandiri Indonesia Tbk (BMRI).

Direktur Tresuri dan Internasional BBNI, Bob Tyasika Ananta membenarkan, perusahaan berencana menerbitkan obligasi global dengan kisaran 300 juta dollar AS-500 juta dollar AS.

Menurut dia, penerbitan obligasi global menjadi satu instrumen alternatif yang akan digunakan, selain instrumen pembiayaan lainnya. Apalagi, saat ini kebijakan Bank Indonesia (BI) dianggap menjadi katalis positif.

“Kebijakan BI yang memprioritaskan stabilitas justru menjadi katalis positif yang tercermin dari masuknya dana asing, yang berdampak positif terhadap nilai tukar dan obligasi.

Meski terdapat wabah virus corona, Indonesia masih dianggap memiliki yield yang menarik,” ujarnya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Sementara, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih menimang alternatif sumber pendanaan antara menerbitkan obligasi global atau obligasi domestik.

Pada awal Desember 2019, Direktur Keuangan WSKT, Ade Wahyu menuturkan, perusahaan berencana menerbitkan obligasi global senilai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun untuk refinancing Komodo Bonds yang jatuh tempo pada Januari 2021.

Namun, saat dikonfirmasi kembali, Sekretaris Perusahaan WSKT, Mahendra Vijaya menyatakan, perusahaan belum berencana menerbitkan obligasi global. “(Rencananya) di tahun 2021,” jelasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan data kuartal III/2019 perusahaan memiliki rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) 2,4 dari covenant 3,5. Hal itu sekaligus menandakan perusahaan masih dalam kondisi sehat.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved