Breaking News:

Wabah Virus Corona

Tak Dipengaruhi Virus Corona, Nilai Pabean Impor Barang dari Wuhan ke Jawa Tengah Justru Meningkat

Nilai pabean barang impor dari Wuhan Tiongkok tempat mewabahnya virus corona, ke Jateng mengalami peningkatan.

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
Xinhua/Chen Jing
ILUSTRASI - Sejumlah ahli memberikan penjelasan terkait apakah dikarantinya Wuhan bisa memperlambat wabah Virus Corona. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nilai pabean barang impor dari Wuhan Tiongkok tempat mewabahnya virus corona, ke Jateng mengalami peningkatan.

Data dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, peningkatan terjadi pada Januari lalu yang mencapai Rp 3,5 miliar dibanding Desember 2019 yang mencapai Rp 2,8 miliar.

Menurut Anton Martin, Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, terdapat enam barang yang diimpor dari Wuhan ke Jateng.

Viral di Media Sosial Video Siswi SMP di Purworejo Dibully Tiga Siswa, Polisi Bentuk Tim Khusus

Siswi SMP Purworejo Dibully, Ganjar: Saya Telepon Kepala Sekolahnya, Besok Disdik Ambil Tindakan

Tangis Remaja Perempuan WNI Eks ISIS di Suriah, Menangis Histeris Rindukan Suasana Damai Indonesia

Kronologi Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu vs Truk di Madiun, Sopir Diduga Mengantuk

"Januari lalu terdapat enam barang, yaitu alat kesehatan, bahan kimia, kabel, elektronik, sanitary ware, serta part kendaraan," ucapnya, Rabu (12/2/2020).

Dilanjutkannya, dari enam barang yang diimpor ke Jateng, kabel tercatat paling besar mencapai Rp 1,5 miliar.

"Sementara pada Desember tahun lalu hanya ada lima barang, yaitu alat kesehatan, kabel, mesin dan sanitary ware.

Di mana alat kesehatan paling besar nominalnya mencapai Rp 1,8 miliar," ucapnya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng M Arif Sambodo, mengakui adanya peningkatan impor dari Tiongkok ke Jateng.

"Memang terjadi peningkatan, terutama pada barang modal yang seperti mesin ataupun kabel yang belum diproduksi di dalam negeri," katanya.

Ditambahkannya, tingginya investasi di Jateng terkorelasi dengan peningkatan impor barang modal untuk keperluan pembangunan.

"Peningkatan impor barang modal dari Tiongkok menjadi indikator berlangsungnya pembangunan di Jateng untuk menyambut datangnya investasi," tambahnya. (bud)

DPRD Kota Semarang Minta Pelebaran Jalan Sriwijaya Tidak Molor, Mualim : Dikerjakan 24 Jam

Siti Rohmah Tenggelam di Sungai Sengkarang Pekalongan, Diduga Terpleset saat Mencuci Pakaian

DKP Kendal Dorong KUB Baito Alit Makmur Bangun Kawasan Fishing Tour di Perairan Karangsari

Longsor Putus Akses Desa Rahtawu Kudus, Batu Besar dan Material Tanah Tutupi Jalan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved