Berita Kudus

BPBD Lakukan Pembersihan Sumbatan Sampah Hingga 02.00 Dini Hari

Penumpukan material sampah di daerah aliran sungai membuat 57 rumah terendam banjir di Desa Tumpangkrasak dan Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus

BPBD Lakukan Pembersihan Sumbatan Sampah Hingga 02.00 Dini Hari
Istimewa
BPBD Lakukan Pembersihan Sumbatan Sampah Hingga 02.00 Dini Hari 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Penumpukan material sampah di daerah aliran sungai membuat 57 rumah terendam banjir di Desa Tumpangkrasak dan Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bersama para relawan membersihkan material sampah dari dalam sungai berlangsung hingga pukul 02.00, Jumat ‎(14/2/2020) dini hari tadi.

"Alhamdulillah giat pembersihan sampah selesai pukul 02.00," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Bergas Catursasi, Jumat.

‎Bergas menyampaikan, giat pembersihan sungai sudah dilakukan setelah banjir meluap dari sungai sekitar pukul 15.00, Kamis (13/2/2020).

Pihaknya juga menerjunkan satu truk crane dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan dua dump truk dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH).

Sedikitnya 30 personil relawan, bersama warga dan PMI Kabupaten Kudus ikut serta dalam membantu warga yang terdampak banjir.

Menurutnya, banjir terjadi karena air tidak mengalir secara lancar akibat tertutup material sampah tanaman.

‎"Curah hujan tinggi selama dua jam, sedimentasi sungai, dan material sampah yang menutup gorong-gorong membuat banjir masuk ke pemukiman," kata dia.

Air meluap melampaui batas tinggi tanggul, dengan ketinggian 30 - 100 cm. Sedangkan ketinggian air di dalam rumah sekitar 10 - 30 cm.

‎Sebanyak 57 rumah yang terdampak di dua desa tersebut yakni 23 rumah di Desa Tumpangkrasak dan 34 rumah di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Bergas mengimbau masyarakat agar jangan membuang sampah di sungai, terutama bekas potongan tanaman (bambu, pisang, kayu).

"Sepanjang DAS (daerah aliran sungai-red) juga diberi filter penahan sampah yang selalu dibersihkan warga biar tidak menumpuk pada satu lokasi yang sulit penanganannya, baiknya, semua warga terlibat dari hulu sampai hilir," ujar dia. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved