Berita Semarang

Rombongan Dilanisme Semarang Nobar Film Milea Suara Dilan Untuk Menambah Persaudaraan

Milea: Suara dari Dilan, tidak ada kisah yang lebih Indah dari kisah cinta di masa-masa SMA. Sama halnya dengan kisah cinta Dilan dan Milea.

Rombongan Dilanisme Semarang Nobar Film Milea Suara Dilan Untuk Menambah Persaudaraan
(Tribun Jateng/ Adelia Prihastuti)
Para Dilanisme Semarang berfoto bersama seusai nonton bareng film Milea Suara Dari Dilan di bioskop Citra XXI pada Kamis (13/2/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG  – Milea: Suara dari Dilan, tidak ada kisah yang lebih Indah dari kisah cinta di masa-masa SMA. Sama halnya dengan kisah cinta Dilan dan Milea.

Dari yang awalnya benci hingga saling mencintai.

Dari yang awalnya manis hingga menjadi rumit. 

Begitulah cuplikan dari Film Milea Suara Dari Dilan yang tayang perdana di Bioskop Citra XXI, Semarang pada Kamis (13/2/2020).

Film Milea  Suara Dari Dilan mampu membuat penonton dan Dilanisme Semarang membawa perasaan (baper).

Rupanya demam film Milea Suara Dari Dilan ini merupakan seri ketiga, film yang di sutradarai Fajar Bustomi yang diangkat dari Novel Pidi Baiq tersebut.

Jadwal Samsat Keliling Kajen Hari Ini, Jumat 14 Februari 2020

Usulan Hukuman bagi Pelaku Bullying Purworejo, dari Latihan TNI hingga Relawan di Rumah Disabilitas

Heboh! Gadis Indonesia Jual Keperawanan 19 M di Jerman, Siapakah Dia?

Hasil Coppa Italia Hari Ini: Gol Spektakuler Fabian Ruiz Permalukan Inter Milan, Ini Kata Gattusso

Selain itu, sebanyak 114 kursi yang disewa khusus, penuh diisi oleh para pencinta Film ‘Dilan 1990’ yang diperankan Iqbal Ramadhan dan Vanesha Prescilla.

"Film seri ketiga, Milea Suara Dari Dilan ini benar-benar membuat kami baper.

Jadi akhirnya kami menggelar nonton bareng di bioskop Citra XXI," kata Satya Bilal Perwakilan Komunitas Dilanisme Semarang pada Tribun Jateng. Kamis (13/2/2020) malam

Dia menyebutkan, nobar kali ini diikuti oleh para remaja komunitas dilanisme Semarang serta komunitas perempuan berkebaya Semarang atau yang dikenal emak-emak sosialita terdiri dari profesi dokter, guru, pengacara ikut merasakan euphoria film Milea tersebut.

“Tujuan kami ingin film  Dilan 1990, Dilan 1991, Milea Suara Dari Dilan menjadi nomor satu di Indonesia. Dari komunitas dilanisme ini dibentuk kegiatan suatu positif di komunitas Semarang, melalui nobar nantinya bisa bersilahturahmi dan menambah kekeluargaan,” ucapnya

Sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap film Milea Suara Dari Dilan, para dilanisme mengenakan kostum seragam SMA sesuai dengan tema film. Mulai dari berbagai usia pun berdandan ala Dilan dan Milea dengan seragam putih abu-abu.

"Ya, disini kami para Dilanisme Semarang uniknya disitu, tema kami untuk mendukung film Dilan memang  pakai seragam putih abu-abu untuk kembali mengingat masalalu di tahun 1990," ujarnya.

Sementara itu, Emma selaku ketua komunitas perempuan berkebaya di Semarang mengatakan untuk menyambut hari kasih sayang yang dikenal dengan hari Valentine, para Dilanisme dan komunitas emak-emak sosialita juga akan menggalang dana untuk orang yang membutuhkan.

"Selain nobar, kami juga akan melakukan kegiatan positif yakni memberikan dana pada Jumat berkah ini berupa makanan maupun uang, target kami tukang becak di Semarang, harapannya bisa menolong sesama manusia," ucapnya. (*)

Penulis: Adelia Prihastuti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved