Berita Semarang

Upaya Entaskan Kemiskinan di Semarang, Hendi Alokasikan Anggaran Lebih Besar Untuk Setiap Program

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Upaya Entaskan Kemiskinan di Semarang, Hendi Alokasikan Anggaran Lebih Besar Untuk Setiap Program
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI
Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberikan bantuan sembako kepada warga Pusponjolo Selatan, Kelurahan Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Terbukti, pada 2018 lalu, tingkat kemiskinan di Kota Semarang berada pada angka 4,2 persen.

Kemudian, pada 2019, angka kemiskinan turun menjadi 3,98 persen atau sekitar 65 ribu warga yang masih tergolong tidak mampu.

Dipo Latief Pernah Kunci Azka di Kamar Mandi, Nikita Mirzani: Cara Dia Ngajarin Anak Itu Danger

Link Live Streaming MNC TV Madura United Vs Persebaya Surabaya di Piala Gubernur Jatim Sore Ini

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Warga Surabaya Tewas dalam Kecelakaan Bus Vs Truk di Tol Ungaran

BREAKING NEWS: Tak Diberi Rokok, Dua Remaja Tusuk Sopir Truk di Teluk Penyu Cilacap

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari peran Kementrian Sosial (Kemensos) melalui berbagai program di antaranya program Keluarga Penerima Manfaat (KPM), program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), dan lainnya.

"Pemerintah Pusat melalui Kemensos sudah menbantu warga kami hampir 42 ribu. Ini menjadikan angka kemiskinan semakin menurun," tutur Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, saat penyaluran bantuan sosial program sembako tahun 2020, di Pusponjolo Selatan, Kelurahan Bojongsalaman, Semarang Barat, Jumat (14/2/2020).

Selain gelontoran dana dari Kemensos melalui sejumlah program, lanjut Hendi, peran para pengusaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) juga turut membantu penngentasan kemiskinan.

Pemkot Semarang melalui APBD pun turut berupaya mengentaskan kemiskinan melaui sejumlah program untuk sejumlah kalangan mulai dari ibu hamil, bayi, usia sekolah, usia kerja, hingga lansia.

Di bidang kesehatan, Pemkot berupaya meringankan beban masyarakat melalui program universal health coverage (UHC). Sehingga, ibu yang melahirkan maupun masyarakat yang sakit dapat berobat gratis di rumah sakit selama bersedia dirawat di kelas 3.

Sementara, Balita mendapatkan vaksin gratis. Menginjak usia sekolah, Pemkot Semarang juga memberikan perhatian melalui sekolah gratis.

"Kelompok usia produktif, ada pelatihan wirausaha dan Kredit Wibawa juga diberikan untuk membantu masyarakat berwirausaha. Bagi lansia, ada kartu lansia hebat. Sampai harus diambil tuhan, TPU milik Pemerintah kami gratiskan dan ada santunan kematian bagi ahli waris," paparnya.

Hendi berjanji, akan mengalokasikan anggaran lebih besar untuk seluruh segmen masyarakat mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia.

Dia optimistis angka kemiskinan di Kota Semarang akan semakin menurun dengan konsep bergerak bersama antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota, dan masyarakat. (eyf)

Begini Reaksi Ariel NOAH Saat Ditanya Kapan Nikah: Gue Bukan Kaya Orang yang Belum Pernah Menikah

Identitas Penumpang Bus Sinar Jaya Yang Tewas Kecelakaan di Tol Bawen Terungkap, Inilah Daftarnya

Temukan Kebahagian Baru Setelah Dipecat dari Dirut TVRI, Helmy Yahya: Saya Harus Move On

Kakek di Banjarnegara Lecehkan Bocah di Bawah Umur, di Toilet hingga Rumah Ibadah, Ini Modusnya

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved