Berita Kebumen

Mengaku Bisa Tarik Emas Warisan Soekarno, Penjual Batagor di Kebumen Diciduk Polisi

Jajaran Polres Kebumen, Jawa Tengah, mengungkap penipuan dengan iming-iming dapat menarik emas batangan peninggalan Presiden Sukarno secara gaib.

Mengaku Bisa Tarik Emas Warisan Soekarno, Penjual Batagor di Kebumen Diciduk Polisi
KOMPAS.COM/DOK POLRES KEBUMEN
Ungkap kasus penipuan dengan modus dapat menarik emas batangan milik Presiden Soekarno di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Jajaran Polres Kebumen, Jawa Tengah, mengungkap penipuan dengan iming-iming dapat menarik emas batangan peninggalan Presiden Sukarno secara gaib.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, penipuan tersebut dilakukan seorang penjual batagor keliling berinisial WJ (58) terhadap SW (68).

Keduanya merupakan warga Kabupaten Kebumen.

Main HP Dekat Kabel, Seorang Tukang Bangunan di Kudus Tersengat Listrik hingga Alami Luka Bakar

Hari Ini Dimulai Sensus Penduduk 2020 Secara Online, Siapkan KTP, KK, dan Akte Kelahiran

Manchester City Dilarang Main di Liga Champions, Inilah Sejumlah Tim yang Dapat keuntungan

Lucinta Luna Ungkap Perasaan Ketika Dibully: Saya Terlihat Ceria, di Balik Itu Saya Depresi

"Rangkaian penipuan yang dilakukan tersangka dimulai dari pengakuannya bahwa di pekarangan rumah korban ada emas 2 kilogram yang siap diambil," kata Rudy saat ungkap kasus di Mapolres Kebumen, Sabtu (15/2/2020).

Untuk meyakinkan korban, tersangka mengatakan emas itu merupakan harta karun peninggalan Soekarno yang disimpan di Bank Swiss.

Emas itu dapat diambil dengan cara gaib di pekarangan rumah korban.

"Syarat untuk menarik emas itu, korban harus menyiapkan kembang tujuh rupa serta mahar Rp 18 juta.

Selanjutnya uang mahar itu diserahkan kepada tersangka pada Senin tanggal 6 Januari 2020," ujar Rudy.

Tersangka lantas berpura-pura melakukan ritual untuk menarik emas di kamar korban.

Setelah menjalankan ritual, tersangka menyerahkan bungkusan kain kafan yang disebut tersangka berisi emas batangan.

"Tersangka meminta korban agar membuka bungkusan itu satu bulan kemudian. Pada 7 Februari korban membuka bungkusan itu, tapi ternyata isinya emas batangan imitasi, kemudian melaporkan kasus itu kepada polisi," kata Rudy.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUH0 tentang Penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

"Saya sebetulnya bukan dukun. Saya tidak bisa menarik emas batangan itu. Saya terpaksa berbohong karena butuh uang," kata WJ kepada polisi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Janjikan Bisa Tarik "Emas Sukarno", Penjual Batagor Keliling Ditangkap Polisi",

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved