Berita Tegal

Bimtek Wirausaha Baru Santri oleh Kemperin, Bupati Umi : Semoga Mendapatkan Ilmu yang Bermanfaat

Kementerian Perindustrian, melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), melihat potensi kewirausahaan berbasis pondok pesant

IST
Bupati Tegal, Umi Azizah, saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis untuk wirausaha baru IKM tenun dan konveksi Sarung Goyor, serta fasilitasi mesin dan peralatan konveksi untuk pondok pesantren, Rabu (19/2/2020). Berlokasi di Pondok Pesantren Dar-Alqur’an Al-Islami, Lebaksiu, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kementerian Perindustrian, melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), melihat potensi kewirausahaan berbasis pondok pesantren di Kabupaten Tegal.

Maka dari itu, diadakan program kegiatan berupa bimbingan teknis untuk wirausaha baru IKM tenun dan konveksi Sarung Goyor, serta fasilitasi mesin dan peralatan konveksi untuk pondok pesantren, Rabu (19/2/2020).

Kegiatan bimbingan teknis ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Dar-Alqur’an Al-Islami, dengan peserta yang berasal dari para santri dan pengurus Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah, Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah, dan Pondok Pesantren Dar-Alqur’an Al Islami, dengan peserta masing-masing sebanyak 20 orang santri.

Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Wahyu Warga Semarang Mendadak Meninggal di Konter Saat Membeli Hp

Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT

Nina Shaqi Pemeran Ratna Mantan Ojak di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Ini Aktivitasnya Kini

Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih mengungkapkan, sejak tahun 2013 Ditjen IKMA telah membina sebanyak 46 pondok pesantren, dengan lebih dari 8.628 orang santri melalui pelatihan produksi dan motivasi kewirausahaan.

Cakupan ruang lingkup pembinaanya adalah pelatihan produksi dan bantuan mesin/peralatan, baik di bidang olahan pangan & minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim & seragam, daur ulang sampah, dan produksi pupuk organik cair.

"Kabupaten Tegal memiliki beberapa potensi untuk pengembangan produk unggulan, salah satunya adalah Sarung Goyor.

Karakter Sarung Goyor memiliki motif tenun khas dan tekstur halus yang dihasilkan dari ketelitian pada saat proses penenunan," tutur Gati, dalam siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (19/2).

Program kegiatan Santripreneur khususnya pengembangan Sarung Goyor di Pondok Pesantren ini, menurut Gati, adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Ditjen IKMA dengan Pemerintah Kabupaten Tegal, tentang Pembangunan dan Pemberdayaan IKM di Kabupaten Tegal.

Nantinya pihak Pondok Pesantren akan menyediakan tenaga kerja dan fasilitas yang tersedia di dalam Pondok Pesantren.

Sedangkan pihak yang bekerja sama yaitu Sampurnatex dan Sultontex akan memberikan fasilitas berupa bahan baku, mesin, dan peralatan tenun, serta pemasaran hasil produksi Santri Pondok Pesantren.

“Sarung Goyor banyak diminati oleh pasar menengah ke atas dan konsumen mancanegara, oleh karena itu potensi pengembangan Sarung Goyor ini tidak hanya terbatas pada proses penenunan saja, tetapi juga pada produk pakaian jadi.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved