Breaking News:

Berita Pati

Bupati Haryanto Berikan CSR Bank BRI Rp 200 Juta untuk Pembangunan Yayasan Al-Ikhlas Desa Talun Pati

Bersama Pemimpin Bank BRI Cabang Pati Dupa Nusantara, Bupati Pati Haryanto secara simbolis menyerahkan bantuan bahan bangunan senilai Rp 200 juta

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bersama Pemimpin Bank BRI Cabang Pati Dupa Nusantara, Bupati Pati Haryanto secara simbolis menyerahkan bantuan bahan bangunan senilai Rp 200 juta kepada Yayasan Al-Ikhlas Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Rabu (19/2/2020). Bantuan ini bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BRI. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bersama Pemimpin Bank BRI Cabang Pati Dupa Nusantara, Bupati Pati Haryanto secara simbolis menyerahkan bantuan bahan bangunan senilai Rp 200 juta kepada Yayasan Al-Ikhlas Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Rabu (19/2/2020).

Bantuan ini bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BRI.

Peruntukan bantuan ini ialah pembangunan gedung kegiatan belajar mengajar Yayasan Al-Ikhlas.

Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong

Hubungan Terlarang Terkuak Gara-gara Tangisan Bayi, Ditemukan Warga di Warung Ringroad Mojosongo

Namanya Sempat Dipanggil Lewat Pengeras Suara, Ternyata Kadus di Wonosobo Tewas Tertimbun Longsor

Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT

Pembina Yayasan Al-Ikhlas Desa Kayen, Anshori Mushlih, mengatakan, pembangunan gedung dimaksudkan untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar para santri di Yayasan Al-Ikhlas.

Anshori mengatakan, sebelumnya, kondisi bangunan pondok pesantren kurang representatif.

Banyak orang tua yang hendak memondokkan anaknya di Al-Ikhlas kemudian mengurungkan niatnya karena kondisi pondok kurang nyaman.

“Yang sudah mondok juga ada yang kemudian tidak kerasan (betah),” ucap dia.

Anshori menyebut, dirinya kemudian menyampaikan kondisi ini kepada beberapa alumnus pondok.

Para alumnus kemudian meresponsnya dengan membentuk sebuah paguyuban di Jakarta.

Paguyuban ini setiap bulan berkumpul untuk menggalang dana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved