Breaking News:

Berita Semarang

Kurang Alokasi Anggaran Penyediaan Infrastruktur, Pemkot Semarang Diminta Cari Dana Non Pemerintah

Permasalahan umum penyediaan infrastruktur di Kota Semarang disebabkan kurangnya alokasi anggaran organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dalam penyediaan

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Diponegoro (Undip) memaparkan hasil penelitian tentang Kajian Potensi Pembiayaan Infrastruktur Non Pemerintah di Kota Semarang, Rabu (19/2/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Permasalahan umum penyediaan infrastruktur di Kota Semarang disebabkan kurangnya alokasi anggaran organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dalam penyediaan infrastruktur dan sulitnya akses bantuan yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi.

Hal tersebut diungkapkan Peneliti, Artiningsih, saat memaparkan hasil penelitian Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Diponegoro (Undip) bersama Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang tentang Kajian Potensi Pembiayaan Infrastruktur Non Pemerintah di Kota Semarang, Rabu (19/2/2020).

Karena itu, keterlibatan pihak ketiga dalam membangun Kota Semarang sangat diperlukan. Artiningsih menyebutkan, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan Pemkot dalam melakukan pembangunan infrastruktur di Kota Semarang, antara lain melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), filantropi atau sumbangan dari badan usaha, dan melalui corporate social responsibilities (CSR).

Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong

Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Wahyu Warga Semarang Mendadak Meninggal di Konter Saat Membeli Hp

BREAKING NEWS: Kecelakaan Truk Molen di Semarang, Warga Purwoyoso Tewas Terjepit

"Swasta sudah melakukan CSR.

Namun, mereka tidak tahu pemerintah butuhnya apa.

Jadi, modelnya memanfaatkan proposal yang masuk dari masyarakat.

Pembangunan infrastruktur seperti taman, galeri industri, sudah masuk tapi dikeluhkan karena promosinya kurang," kata Artiningsih.

Menurutnya, masih banyak program-program Pemkot yang masih membutuhkan sokongan dari pihak swasta terutama proyek yang menghabiskan dana lebih dari Rp 100 miliar.

Hanya saja, Pemkot Semarang masih kurang dalam kesiapan program atau proyek penyediaan infrastruktur yang sekiranya dapat dibantu pihak swasta.

Ditambah, kurangnya tindakan promosi Pemkot terhadap infrastruktur atau kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh swasta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved