Berita Kudus

Alasan Kenapa Rakyat Bosnia Selalu Anggap Indonesia Saudara dari Jauh

Duta Besar Bosnia-Herzegovina Mehmed Halilovic berkunjung ke Perusahaan Rokok (PR) Sukun, Selasa (18/2) siang.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Dubes Halilovic 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Duta Besar Bosnia-Herzegovina Mehmed Halilovic berkunjung ke Perusahaan Rokok (PR) Sukun, Selasa (18/2) siang.

Pendamping Dubes Halilovic antara lain Ketua NU Care-Lazisnu Pusat KH Ahmad Sudrajat.

Rombongan ini diterima langsung Direksi PR Sukun H Tas’an Wartono dan istri.

Hadir pula Senior Manager Business and Development PR Sukun Dodiek Tas’an Wartono dan anggota keluarga besar Wartono.

Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong

Namanya Sempat Dipanggil Lewat Pengeras Suara, Ternyata Kadus di Wonosobo Tewas Tertimbun Longsor

Bocah Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid di Pedurungan Semarang, Kompol Eko: Kondisinya Sangat Miris

Sekjen PDIP Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran Meningkat, Megawati Jengkel : Kayak Ngga Ada Orang

Halilovic menyatakan ingin mengetahui lebih jauh tentang kondisi Indonesia.

Karena wilayahnya luas, dibutuhkan strategi untuk mengenalkan Indonesia.

"Salah satunya berkunjung ke Sukun ini.

Pak Dubes ingin mengetahui perusahaan yang orisinal atau asli dari Indonesia yang berhubungan kuat dengan komunitas lingkungannya," kata Corporate Secretary PR Sukun Deka Hendratmanto dalam rilis kepada Tribun Jateng.

Sukun dinilai memiliki hubungan komunitas dengan masyarakat yang kuat dan memiliki sejarah yang panjang.

Hal ini sangat disukai Dubes Halilovic yang percaya bahwa kekuatan ekonomi rakyat itu dimulai dari perusahaan yang mengikat dengan jaringan masyarakatnya.

"Pak Dubes berharap, barang-barang dari Sukun ini bisa diekspor ke Bosnia.

Dari sana juga akan mengirim barang-barang ke Indonesia melalui organ yang dimiliki Sukun," papar Deka.

Halilovic menegaskan Indonesia dan negaranya memiliki hubungan persahabatan yang erat dan baik sejak lama.

Selama kurun waktu tahun 1990-an, kata Dubes Halilovic, pemerintah Indonesia telah memberi perhatian dan bantuan yang cukup besar ke Bosnia.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang telah mengirim pasukan perdamaian melalui Kontingen Garuda XIV di bawah naungan PBB.

Saat itu Bosnia-Herzegovina dalam keadaan perang menyusul agresi militer Serbia.

Pengiriman pasukan perdamaian membuat Indonesia dianggap sebagai saudara dari jauh oleh rakyat Bosnia-Herzegovina.

"Meski kedua negara terpisah jarak yang sangat jauh, tapi rakyat Indonesia dan Bosnia-Herzegovina dekat di hati,"’ ujar Dubes Halilovic. (aim)

Zikria Dzatil Penghina Risma Bebas, Dengan Suara Bergetar : Saya Merasakan Kebaikan Bunda Risma

The Jakmania yang Terlanjur Ke Jatim Dihimpun di Malang, Nonbar di Kantor Kecamatan

Hubungan Terlarang Terkuak Gara-gara Tangisan Bayi, Ditemukan Warga di Warung Ringroad Mojosongo

Heboh Usulan Fatwa Orang Kaya Wajib Nikahi Orang Miskin, Permintaan Menko PMK ke Menteri Agama

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved