Berita MotoGP

Valentino Rossi Legenda Hidup MotoGP, Rahasia Bisa Awet Adalah Tidak Ikuti Cara Balap Graziano

Valentino Rossi berkisah bila ada sebuah cerita yang membuatnya mampu berkarier panjang di ajang balap tersebut.

Editor: deni setiawan
MOTOGP.COM
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menjalani sesi latihan bebas pada hari pertama MotoGP Aragon di Sirkuit Motorland Aragon, Jumat (21/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - Tak dimungkiri bila Valentino Rossi akan menjadi sosok legenda hidup dalam dunia balap, khususnya MotoGP.

Dalam suatu kesempatan, Valentino Rossi berkisah bila ada sebuah cerita yang membuatnya mampu berkarier panjang di ajang balap tersebut.

Rossi telah menjalani dua dekade berkarier dalam kompetisi MotoGP sejak 2002 hingga saat ini.

Tinggal Tiga Hari Lagi, PSS Sleman Kebut Datangkan Dua Pemain, Kabarnya Eks Timnas Indonesia

Kelanjutan Larangan Tampil Dua Musim Liga Champions, Petinggi Man City Mulai Ajukan Banding

Cerita Basari Dapat Rekom PKB, Selasa Dikabari via Telepon, Berangkat ke Jakarta Bersama Ngesti

Tentu saja hal tersebut membuat sosok Valentino Rossi sebagai seorang pembalap profesional yang tidak dapat dipisahkan dari kompetisi MotoGP.

Bahkan setelah merayakan ulang tahun yang ke-41 pada Minggu (16/2/2020), belum terlihat tanda-tanda ia akan berhenti menjadi pembalap.

Meskipun kontraknya telah habis dengan Yamaha pada akhir 2020, ia menyatakan jika berlomba di ajang balap masih merupakan tujuannya.

Oleh karena itu, Valentino Rossi memiliki penggemar di seluruh dunia dari berbagai umur yang berbeda.

Sejak melakukan debut mulai dari kelas 125cc pada 1996, secara keseluruhan Rossi sudah melakoni 402 balapan di kejuaraan dunia.

Pada ajang MotoGP, pembalap berjuluk The Doctor itu telah mencatatkan 310 ajang balap.

Tentunya, banyak yang bertanya-tanya, apa yang membuat Rossi mampu bertahan untuk membalap selama ini.

Jika dilihat dalam Film Dokumenter Hitting The Apex (2015), Rossi mengungkapkan sebuah cerita pada masa kecilnya yang membuatnya mampu berkarier panjang di MotoGP.

Dirinya mengklaim bukanlah pembalap yang agresif dalam mengambil risiko.

Stadion Sultan Agung Bantul Sudah Dibooking, Laga Sriwijaya FC Vs PSIS Semarang Terancam Batal

Menangkan Ngesti-Basari, DPC PDIP Kabupaten Semarang: Mesin Partai Sudah Siap Digerakkan

Besok Malam Debat Akademik Menyoal Pembebastugasan Dr Sucipto, BEM KM Unnes: Hadirkan Dua Panelis

Hal tersebut dipelajarinya dari insiden kecelakaan parah yang dialami sang ayah, Graziano Rossi.

Kecelakaan itu pula yang membuatnya trauma untuk agresif dan bermain penuh risiko ketika di sirkuit balap.

Halaman
12
Sumber: BolaStylo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved