Breaking News:

Berita Jateng

Ganjar Siap Datangkan Ahli Geologi dan BMKG Teliti Penyebab Tanah Ambles di Batang

Ganjar Pranowo siap mendatangkan ahli geologi dan BMKG untuk meneliti penyebab terjadinya tanah ambles yang terjadi di Desa Jolosekti, Batang.

TRIBUNJOGJA.COM / Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji saat menyambut Gubernur Ganjar Pranomo untuk meninjau korban pasca banjir di Desa Kalipucang, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo siap mendatangkan ahli geologi dan BMKG untuk meneliti penyebab terjadinya tanah ambles yang terjadi di Desa Jolosekti, Kabupaten Batang.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi korban pasca banjir di Desa Kalipucang Wetan, Jumat (21/2/2020) malam.

"Ada beberapa wilayah di Jawa Tengan memang rawan terjadi tanah ambles, micro sesar, faktornya ada banyak salah satunya kerusakan alam, jadi harus dilakukan penghijauan dan terasering, tuturnya.

Sembilan Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan Shin Tae-yong, Paling Banyak Asal Bali United

Pengantin di Kudus Ini Kaget Seusai Ijab Kabul, Tamu Tak Diundang Bubarkan Resepsi Pernikahannya

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Musibah Murid SMPN Turi Saat Susur Sungai, 4 Siswi Meninggal Dunia

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Dua Warga Meninggal dalam Banjir Pekalongan, Sama-sama Terpeleset

Namun untuk kasus tanah ambles yang terjadi di Desa Jolosekti, Pemprov akam bantu cek dan jika diperlukan juga mendatangkan ahli.

Sehingga, setelah ada tim ahli akan diketahui seberapa besar potensi kerawanannya jadi dalam menghitung perencanaan pembangunannya masyarakat mengerti dan paham jika hidup di daerah bencana.

"Ini menjadi penting agar masyarakat tahu agar program keluarga tahan bencana, keluarga tangguh bencana bisa dimengerti dan dipahami sehingga tahu resikonya dan dapat meminimalIsir," jelasnya.

Sementara Bupati Batang Wihaji Wihaji mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah, dengan melakukan langkah antisipasi penanganan cepat rawan bencana dengan mendatangkan ahli geologi dan BMKG.

Dia menjelaskan amblasnya tanah yang mencapai 50 cm meter menjadi perhatian serius Pemkab.

Hal itu karena bisa menghambat akses jalan antar desa dan dekat dengan pemukiman.

"Kalau tidak ditangani secara cepat dan serius khawatir dapat betpotensi bencana yang cukup parah yakni longsor yang bisa ke pemukiman warga," pungkasnya. (din)

Bahasa Indonesia Makin Mendunia, Digunakan Klub Kasta Kedua Spanyol Sapa Penggemar

Mata Risma Berkaca-kaca Ingat Orangtua Saat Dihina Seperti Kodok, Penonton Hening

Dapat Info Persipura di Yogyakarta, PSIS Semarang Kirim Utusan, Nonton Laga Lawan PSS Sleman

Tragedi Susur Sungai Murid SMPN Turi, Ini Daftar Nama 4 Siswi Meninggal, Orangtua Menangis Histeris

Penulis: dina indriani
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved