Breaking News:

Ukuran Penis

Ini Hasil Penelitian tentang Ukuran Penis di Seluruh Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

Sekumpulan peneliti pun sempat melakukan penelitian mengenai ukuran penis di dunia. Bagaimana hasilnya?

Editor: M Syofri Kurniawan
tabloidnova.com
Ilustrasi 

Ikuti cara mengukur penis ini

Berikut adalah langkah pengukuran penis dengan metode BPEL yang digunakan penelitian Vealle.

1. Mengukur panjang penis

Pertama, tempatkan penggaris atau pita pengukur di pangkal penis yang ereksi sampai menempel ke tubuh.

Tekan ujung penis ke arah ke tulang kemaluan (dibawah pusar) sejauh yang kamu bisa untuk menghindari perhitungan yang salah jika penis tertutupi lemak perut.

Mulailah mengukur dari pangkal ke ujung penis.

2. Mengukur ketebalan penis

Pada langkah ini, gunakan pita pengukur.

Jika tidak punya pita pengukur, kamu dapat mengukurnya dengan benang.

Pastikan benang yang digunakan tidak elastis karena dapat terjadi kesalahan pada pengukuran.

Setelah itu, lilitkan secara perlahan pita pengukur atau benang pada bagian batang penis yang ereksi.

Carilah bagian yang paling tebal.

Jika menggunakan pita pengukur, kamu dapat langsung membaca ukuran tebal penis, namun jika menggunakan benang, kamu dapat menandai benang yang bertemu dengan ujung benang tersebut.

Luruskan benang, lalu ukurlah menggunakan penggaris dari ujung sampai ke bagian yang telah kamu tandai.

3. Mengukur diameter penis

Untuk mengetahui diameternya, pertama kamu harus mengukur ketebalan penis menggunakan metode yang telah dijelaskan di atas.

Setelah itu, hasilnya dibagi dengan nilai konstanta 3,14 (tidak boleh diubah), dengan begitu kamu akan mendapatkan ukuran diameter penis.

Faktor yang memengaruhi ukuran penis

Ukuran penis umumnya berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Apa sebenernya yang menyebabkannya berbeda?

Tentunya bukan dari makanan, besar jari kaki, atau tinggi badan.

Itu hanyalah mitos yang kerap beredar.

Kenyataannya, ukuran penis sama halnya dengan warna mata dan kulit, yang merupakan produk genetik diturunkan dari orangtua.

Selama masa pubertas, testis mulai bertumbuh diikuti oleh penis.

Penis akan mencapai ukuran akhir sekitar 4-6 tahun setelah testis membesar untuk pertama kali.

Ahli urologi asal Florida dr. Brhmbhatt mengungkapkan bahwa kromosom yang diberikan ibu pada anak prianya bertanggung jawab lebih besar dalam mengatur panjang dan ukuran penis.

Oleh karena itu, perilaku ibu yang biasa mengonsumsi alkohol dan obat-obatan pada saat mengandung dapat memengaruhi ukuran penis anaknya kelak.

Selain pengaruh genetik, hormon juga ternyata memilki peran dalam menentukan ukuran penis.

Ketika tubuh balita laki-laki tidak cukup memproduksi hormon testosteron, hal tersebut dapat mengakibatkan kondisi mikropenis, di mana ukuran penis jauh di bawah normal.

Jika terdeteksi sejak dini, terapi hormon sebelum memasuki masa pubertas dapat dijadikan solusi untuk menghindari kelainan ini.

Tak perlu ambil pusing Obsesi pria akan penis yang besar pada umumnya muncul dari harapan untuk memuaskan pasangannya.

Padahal berdasarkan suatu riset yang diterbitkan The Journal of Sexual Medicine, ternyata penis yang besar hanya berada di urutan keenam dari berbagai faktor penis yang disukai para wanita.

Jadi, besar atau kecil seharusnya tak perlu jadi masalah jika kamu bisa menggunakan ‘perkakas’ tersebut dengan baik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bagaimana Perbandingan Ukuran Penis Indonesia dengan Negara Lain?"

Bacaan Doa Nabi Muhammad SAW Setelah Sholat Subuh, Doa Memperoleh Ilmu yang Manfaat

Momen Menarik Saat Sudjiwo Tedjo Tegur Politisi yang Main Ponsel saat Diskusi di ILC, Ini Videonya

Sekjen PDIP Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran Meningkat, Megawati Jengkel : Kayak Ngga Ada Orang

Heboh Usulan Fatwa Orang Kaya Wajib Nikahi Orang Miskin, Permintaan Menko PMK ke Menteri Agama

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved