Berita Video
Video Hujan Angin Terbangkan Genteng dan Atap Rumah di Demak
Puting beliung menerbangkan sekitar 30 unit bangunan rumah dan fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Berikut ini video hujan angin terbangkan genteng dan atap rumah.
Puting beliung menerbangkan sekitar 30 unit bangunan rumah dan fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Kamis (20/2/2020).
Seperti halnya satu warga RT 3 RW 3, Sak Roni (42), dirinya kehilangan atap yang terbuat dari genteng sekira 1.000 buah dan 4 asbes atap penutup kamar mandinya.
"Saya bingung, mau beli genteng tapi tak punya uang."
"Tadi pagi saja saya tidak jadi berangkat kerja," jelasnya kepada Tribunjateng.com saat membersihkan pecahan genteng di depan rumahnya.
Tulang punggung keluraga dari 5 jiwa tersebut hanya mengandalkan tenaga buruh tani untuk kesehariannya.
Ia menjelaskan, rumahnya yang berukuran sekira 6x12 meter tersebut tak lagi sepenuhnya bisa ditempati.
Lantaran basah akibat atapnya yang hilang sepertiganya.
"Keseluruhan genteng ini sekira 3,5 ribu."
"Perabot rumah tidak ada yang rusak, namun sebagian besar basah."
"Nanti malam mungkin untel-untelan tidur satu kamar," jelasnya.
Ia menjelaskan, hujan terjadi semalaman penuh sebelum puting beliung datang sekira pukul 04.30 WIB.
Puting beliung datang sekira lima menit.
"Suaranya kemrasak."
"Kami sekeluarga juga tidak bisa keluar lantaran juga hujan deras, namun alhamdulillah tidak ada yang terluka," jelasnya.
Ia menambahkan, saat puting beliung datang dirinya hendak mengeluarkan sepeda motor lantaran akan berangkat kerja.
Lanjutnya, sementara istrinya sedang menata sesuatu untuk dagangannya.
"Anak saya yang balita sedang tidur," jelasnya.
Ia menjelaskan, anaknya yang pertama sudah bekerja, sementara anaknya yang kedua masih dalam jenjang pendidikan sekolah menengah pertama.
Dia berharap kepada pihak terkait, agar bisa memperhatikan kesulitannya akibat bencana puting beliung yang menimpa keluarganya tersebut.
"Kalau misal ada bantuan, mohon dengan segera," harapnya.
Ia menjelaskan, rumahnya yang berjajaran dengan tiga rumah saudaranya pun sama, kehilangan atap sebagian dan tak bisa membeli atap secara langsung lantaran mengandalkan pekerjaan jasa tenaga kasar.
Ia menjelaskan, 4 rumah yang berada di RT 3 RW 3 tersebut merupakan satu keluarga dari mbah Kasminten (75) yang tinggal bersama dua putranya.
• Video Material Talut Longsor Jebol Dinding Mushola di Semarang
• Diguyur Hujan Semalaman, Kota Semarang Dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Ini Lokasinya
• Heboh Foto Awan Menyerupai Pusaran Angin di Langit Ungaran, BMKG Ungkap Nama Fenomena Itu
• Pencuri Bobol Minimarket Jalan Meranti Raya Banyumanik, Lima Slop Rokok Ludes
"Istri saya yang nomer lima."
"Si mbah juga mengungsi di rumah sebelahnya yang tak terdampak begitu parah," jelasnya.
Ia menjelaskan, pihak terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Demak, Polsek Wonosalam, Koramil Wonosalam, sudah datang untuk mendata dan membantu membersihkan atap.
"Karena hujan turun lagi pihak kepolisian dan koramil turun dan pulang."
"Dari desa yang datang hanya pak RT."
"Belum ada bantuan yang datang," jelasnya.
Sementara warga lain RT 3 RW 3, Suprapti (40), juga merasakan hal sama.
Dirinya kehilangan genteng sekira 3.000 buah.
Ia menjelaskan, rumahnya tersebut berukuran sekira 8x9 meter.
"Saat kejadian, seisi rumah sedang leyeh-leyeh," jelasnya yang tengah membantu memperbaiki dan memasang genting pemberian orangtuanya.
Sementara Ketua BPBD Demak, M Agus Nugroho melalui Satgas BPBD Demak, Santoso mengatakan, di Dukuh Doropayung Desa Karangrowo tersebut sekira terdapat 27 rumah yang terdampak puting beliung.
Ia menjelaskan, yaitu terdiri dari RW 3 dan RW 4 sekira 10.000 atap yang beterbangan.
Menurut pantauan Tribunjateng terdapat satu masjid dan beberapa musala yang juga atapnya hilang.
"Kami belum bisa mengira kerugian atas kejadian tersebut," jelasnya. (ivo)
• Video Proses Evakuasi Pemotor Tertimpa Truk Molen di Semarang
• Sekjen PDIP Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran Meningkat, Megawati Jengkel : Kayak Ngga Ada Orang
• Ini Pesan Korban Kecelakaan Tertimpa Truk Molen di Semarang Sebelum Meninggal ke Anaknya
• Bocah Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid di Pedurungan Semarang, Kompol Eko: Kondisinya Sangat Miris