Mas Bas Enggan Disebut Kolektor, Pernah Tolak Kaset Pita Komplet Bergenre Rock Ditukar Honda Vario
Baginya, kedatangan era digital seperti saat ini dengan berbagai layanan kemudahan di dalamnya tidak berpengaruh besar terhadap hobinya.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Alasan merawat kenangan masa kecil terkadang membuat seseorang melakukan banyak hal.
Meskipun dalam kacamata umum sedikit manfaatnya.
Seperti mengoleksi benda atau barang tertentu demi memenuhi kepuasan batin.
Tidak jarang di antara mereka juga harus rela mengeluarkan ongkos yang tidak sedikit guna mencapainya.
• Stadion Klabat Manado Tak Lolos Verifikasi, Laga Perdana Persipura Vs PSIS Semarang Bakal Bergeser
• Betrand Peto Berulang Tahun Bulan Depan, Doa Ruben Onsu: Semoga Kami Tidak Menangis
• Kisah Ayudia Bing Slamet Saat Hamil, Tak Mau Berantem Karena Anak, Pernah Ingin Gugurkan Kandungan
Mungkin itulah gambaran yang tepat disematkan untuk Slamet Basuki (44) warga Jalan Argo Tunggal Nomor 15, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.
Baginya, kedatangan era digital seperti saat ini dengan berbagai layanan kemudahan di dalamnya tidak berpengaruh besar terhadap hobinya.
Yakni mengoleksi kaset pita dengan genre musik rock.
Mas Bas begitu sapaan akrabnya mengatakan, hobinya mengoleksi kaset pita telah berlangsung sejak masih duduk di bangku SMP atau sekira 1992.
Sampai saat ini di rumahnya tersimpan sekira 1.000 keping kaset pita yang didominasi dari genre musik rock metal.
Bukan untuk dijual kembali, tetapi lebih sekadar klangenan di kala remaja.
“Total ada sekiraseribuan kaset sampai sekarang."
"Semua saya koleksi sejak SMP hasil membeli atau barter di lapak-lapak penjual Taman Sari Shopping Centre (TMSC) Salatiga."
"Daripada tukar menukar untuk dapat kaset seri terbaru, kemudian saya koleksi sampai sekarang terbanyak album Metallica,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di rumahnya Senin (24/2/2020).
• Remaja Klaten Melakukan Seks dengan Jok Motor Berhias Pakaian Dalam Wanita Curian, Digrebek Warga
• Saya Jengkel Disoroti Lampu Saat Tidur! Ucap Pembunuh Pria Penjaga Proyek Gilingan Batu di Kendal
• Setelah Ditunggu Alasan Kenapa Musim Hujan Kok Susur Sungai, Ini Jawaban Pembina Pramuka dan Kepsek
Menurutnya, mengoleksi kaset pita memiliki nilai lebih dibandingkan musik-musik yang dijual dalam bentuk file digital yang kini menjadi kegemaran banyak orang terutama kenangan di dalamnya.
Ia menyampaikan, untuk melengkapi koleksinya, dia kerap berburu kaset bekas di luar Salatiga.
Setiap sebulan berbelanja kaset melalui sejumlah penjual yang banyak menjajakan barang dagangan melalui lapak khusus di media sosial (medsos).
Terkadang, apabila mendapati kesamaan barang yang ditawarkan transaksi dilakukan dengan cara barter.
“Semua yang saya koleksi ini jenisnya musik rock metal dari aliran heavy metal, thrash dan grunge populer 1980-1990."
"Seperti Elpamas, Power Metal, God Bless, Helloween, dan Edane. Sekarang harga kasetnya sejelek-jeleknya di atas Rp 100 ribu per keping,” katanya.
Dikatakannya, alasan mengoleksi barang jadul atau kuno tidak lain untuk memenuhi hasrat personal akan kenangan masa lalu.
Karenanya dia menolak disebut sebagai seorang kolektor.
Di luar itu, sebagai pendukung profesinya sekarang sebagai pemain organ tunggal dan pengajar seni musik sehingga menambah referensi jenis instrumental.
• Homebase PSIS Semarang, Hari Nur Yuliyanto Pilih Stadion Kebondalem Kendal, Ini Alasannya
• Sudirman Sengaja Rekam Saat Berhubungan Intim, Sebar Video Biar Tak Jadi Putus dengan Sang Kekasih
• Baru Semenit, Gatot Wahyudi Bobol Gawang Martapura FC, Persekat Tegal Unggul 2-0
Pihaknya menyatakan, dari seluruh kaset pita miliknya yang paling favorit serta cukup komplet ialah album Metallica dan Dream Theater.
Tidak tanggung-tanggung untuk memiliki kaset dari dua group band metal itu dahulunya dia harus menjual lensa kamera senilai Rp 4,5 juta.
“Jadi dulu saya punya satu kaset dari Dream Theater, itupun harganya cukup mahal per keping kondisi kurang bagus dihargai Rp 325 ribu."
"Lalu ada yang jual kolektor komplet satu album berisi 8 kaset tetapi saya tidak ada uang tapi ingin beli terpaksa harus jual lensa kamera dahulu,” ujarnya.
Mas Bas mengungkapkan, selain membeli atau bertukar barang untuk melengkapi koleksinya dirinya juga turut bergabung dalam berbagai komunitas di Salatiga.
Seperti Komunitas Pecinta Kaset Gulungan (KPKG), hingga komunitas jual beli kaset tape, dan pecinta radio jadul.
Dirinya bercerita, seluruh kaset jenis musik rock yang dimilikinya sekarang seluruhnya masih dapat diputar.
• Jateng Perkuat Branding Wisata Halal, Termasuk Bangun MAJT Kedua di Magelang
• Tahun Ini Target 9 Ribu Nasabah di Jateng, Begini Cara Bank Mantap Mewujudkannya
• Rekor Terbaru Cristiano Ronaldo, Kini Sudah Sejajar Gabriel Batistuta, Seusai Laga Juventus Vs SPAL
Bahkan, karena kondisi kaset yang tergolong komplet serta terawat itu pernah ditawar orang dengan motor Honda Vario keluaran terbaru tetapi ditolaknya.
“Bukan sombong, tapi tadi saya bilang ini untuk dikenang saja."
"Bahkan, mobil saya tidak ada tempat USB saya copot, diganti tape."
"Nantinya biar menjadi kenangan anak-anak juga. Itu saja mereka supaya tahu pernah ada kaset pita,” sebutnya.
Selain mengoleksi kaset pita dari grup band luar negeri, pria yang sehari-hari aktif menjadi pianis tersebut juga mengumpulkan kaset dari band rock Tanah Air.
Seperti Kidnap Katrina, Kin, dan Power Slaves.
Sedangkan kategori penyanyi solo ada Fariz RM, Bobby Chen, dan Richard Clayderman. (M Nafiul Haris)
• Besok masuk Bulan Rajab, Ini Niat Puasa Rajab, Berapa Hari Dilaksanakan, dan Keutamaannya
• Dekat Sejak Audisi, Ziva Indonesian Idol Jelaskan Status Hubungannya dengan Samuel
• Maut Cinta Terlarang: Murianto Bunuh Selingkuhan Gara-gara Ditelepon Tidak Dijawab dan Dimatikan