Liputan Khusus

Belanja Tanpa Kantong Plastik: Dari Bingung Bawa Belanjaan hingga Pedagang Pasar masih Pakai Plastik

Sampah plastik menjadi masalah di dunia termasuk di Indonesia. Maka pemerintah secara bertahap mulai memberlakukan aturan yang membatasi

fit.thequint.com
ILUSTRASI. Sayur di dalam kantong plastik. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sampah plastik menjadi masalah di dunia termasuk di Indonesia. Maka pemerintah secara bertahap mulai memberlakukan aturan yang membatasi, mengendalikan bahkan melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Sampah plastik menumpuk di muara sungai, tepi pantai dan tempat-tempat yang tak semestinya sebagai pembuangan sampah akhir karena perilaku sebagian masyarakat.

Memang sudah banyak orang menyadari akan bahaya sampah plastik. Namun masih lebih banyak orang yang belum melakukan dan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Di dunia ini, rata-rata dalam setahun dihasilkan sampah plastik lebih dari 275 juta ton. Sekitar 10 persen sampah plastik yang dihasilkan itu, terbuang ke laut.

Di Indonesia khususnya, dihasilkan minimal 3,2 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik itu diduga mencemari lautan. Memang miris.

Sedangkan khusus di Kota Semarang yang berpenduduk sekitar 1,8 juta jiwa menghasilkan sampah lebih dari 1.200 ton per hari.

Dengan perkiraan komposisi 61 persen sampah organik, 19 persen sampah plastik, dan 17 persen sampah kertas, sisanya sampah lain-lain. Dari total 1.200an ton sampah itu sebagian besar atau 80 persen lebih, masuk ke TPA Jatibarang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Sapto Adi Sugiharto mengatakan lini usaha pasar tradisional juga masuk dalam Perwal Semarang no 27 tahun 2019. Namun saat ini masih dalam tahap sosialisasi, karena ada beberapa pertimbangan.

Salah satunya yakni melihat kebutuhan kantong plastik yang sangat besar di sebuah pasar tradisional. Namun bukanlah hal yang mustahil bisa dihilangkan apabila ada perubahan perilaku masyarakat ketika berbelanja di pasar tradisional.

"Kami terus melakukan sosialisasi di seluruh pasar yang ada di Kota Semarang. Memang bukan perkara mudah, karena kantong plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan pasar. Tapi kami terus berusaha menyadarkan masyarakat untuk menggunakan tas sendiri saat berbelanja," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved