Stikes Telogorejo

Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Dengan Kanker

Memiliki kualitas hidup yang baik merupakan sebuah tantangan bagi anak yang mengalami kanker.

gettyimages
Ilustrasi Anak Dengan Kanker 

Oleh Suci Amalia Firdaus - Dosen STIKES Telogorejo Semarang

MEMILIKI kualitas hidup yang baik merupakan sebuah tantangan bagi anak yang mengalami kanker. Hal ini disebabkan anak yang didiagnosis dengan kanker akan menjalani perawatan di rumah sakit dan membutuhkan pengobatan yang lama dan berulang.

Selain itu, aktivitas sehari anak juga terganggu terutama aktivitas bermain dan bersekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanker merupakan stresor psikososial yang berat bagi penyandang dan juga orangtuanya.

Kondisi anak yang sakit kronis dan menjalani hospitalisasi dalam jangka waktu yang lama, dapat menimbulkan dampak pada perkembangan anak. Meskipun anak mengalami dampak pengobatan yang berat, ia tetap dapat memiliki kualitas hidup yang baik.

Untuk mencapai peningkatan kualitas hidup, maka keluarga tidak hanya berfokus pada kesembuhan tapi juga pada kesejahteraan anak. Sebuah keluarga berbagi cerita tentang pengalamannya merawat anak dengan kanker,

“Kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk membuat Julia tetap terhubung dengan dua sahabatnya yang ia miliki sejak sekolah dasar. Saat Julia menunggu perawatan, kami menginap dengan teman-temannya meskipun Julia tidak merasa baik. Teman-temannya akan selalu menceritakan hal-hal baru yang terjadi di sekolah. Mereka membantunya merasa terhubung dengan gosip terbaru tentang guru dan siswa. Jika Julia merasa baik, saya akan menjemput teman-temannya dan pergi jalan-jalan”.

Setiap anak berhak untuk bebas dari rasa nyeri, merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Agar anak tetap dapat menikmati kehidupan sehari-hari, orangtua memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membuatnya merasa senang dan bahagia.

Walaupun menderita kanker, biarkanlah anak melakukan aktivitas seperti sekolah, belajar dan bermain. Keluarga sebagai sumber kekuatan dan dukungan pada anak, perlu mengondisikan anak agar dapat tetap bermain, tetap terhubung dengan teman sebayanya, mengikuti kegiatan belajar mengajar dan melalui kegiatan yang menyenangkan sesuai usianya.

Penting bagi keluarga untuk membantu anak menemukan kelebihan dan kekuatan yang dimiliki anak serta membangun rasa percaya dirinya.  (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved