Berita Tegal

Sungai Kaligung Dipenuhi Sampah di Tegal, Asobsi: Tanda Masih Rendahnya Kesadaran Masyarakat

Banyaknya sampah di aliran sungai menandakan rendahnya kesadaran, perhatian dan pengetahuan masyarakat.

DPUPR KOTA TEGAL
Petugas membersihkan sampah yang menumpuk di aliran Sungai Kaligung di Jalan Yos Sudarso Kota Tegal, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, mencatat adanya peningkatan sampah di aliran sungai di wilayahnya.

Satu di antaranya penumpukan sampah di Sungai Kaligung, tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kota Tegal.

Kabid Perairan DPUPR Kota Tegal, Daryati mengatakan, secara berkala rutin menangani sampah di daerah aliran sungai (DAS) se Kota Tegal.

Namun ia tidak memungkiri, selama musim hujan jumlah sampah juga bertambah.

Menurut Daryati, hari ini dibersihkan esoknya sampah datang lagi.

Pasien dalam Pengawasan Corona Meninggal, RSUP Kariadi Semarang: Saat Dirawat di Ruang Isolasi ICU

Seruan Moral Profesor Unnes, Prof Suyahmo Berkeberatan Namanya Dicatut, Bakal Ajukan Tuntutan

Peringatan Dini BMKG: Berlaku Hingga Kamis, Jateng Diguyur Hujan Ekstrem, Ini Data Lengkapnya

7 Pelajar Pesta Congyang di Depan Kantor Damkar Semarang, Lepas Penat Seusai Ujian Praktik Sekolah

"Melihat urgensinya, tim di lapangan selalu siap melakukan pembersihan jika dibutuhkan."

"Tapi pembersihan ini seharusnya dibarengi dengan kegiatan nonfisik."

"Sosialisasi menyadarkan masyarakat untuk tidak sampah ke sungai," kata Daryati kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/2/2020).

Melihat tumpukan sampah di aliran Sungai Kaligung, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Rohmat Budi Sanjoyo, pun prihatin.

Rohmat mengatakan, banyaknya sampah di aliran sungai menandakan rendahnya kesadaran, perhatian dan pengetahuan masyarakat.

Ia menilai, jika sampah di sungai tersebut dipilah dan disetorkan ke bank sampah maka hasil penjualannya akan besar.

Terlebih volume sampah yang terlihat di Sungai Kaligung begitu banyak.

"Ke depan mestinya tiap rukun warga memiliki bank sampah."

"Sehingga bangkit kesadaran memilah sampah di masyarakat. Di Asobsi sampah itu jadi Rupiah asal sudah terpilah," jelasnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Jodi Ditangkap BNNP, Lagi Transaksi di Pedurungan Semarang, Pengendali Napi Lapas Kedungpane

Sasar ATM SPBU Semarang, Dafrisman Selipkan Korek Api di Lubang Mesin, Sebelum Tukar Kartu Korban

Lagi, RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Gejala Klinis Suspect Corona, Berstatus Pengawasan

Ade Mendadak Sulit Dihubungi, Padahal Korban Menikah Seminggu Lagi, DP Rp 42 Juta Lenyap

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved